1.500 Pedagang Pasar Legi Solo Kehilangan Kios, Wali Kota Mikir Lokasi Darurat

Pasar Legi Solo terbakat, Senin (29/10 - 2018). (Solopos/Sunaryo HB)
29 Oktober 2018 21:12 WIB Rini Y/Irawan Sapto Adhi Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Sebanyak 1.500 pedagang Pasar Legi berduka karena kios/losnya terbakar. Kebakaran Pasar Legi menghanguskan kios dan los, Senin (29/10/2018) sore. Hingga berita ini diturunkan api belum padam. Bahkan api membesar karena embusan angin cukup kencang.

Laporan wartawan Solopos, Irawan Sapto Adhi, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo meninjau lokasi terbakarnya Pasar Legi Solo. Dalam kesempatan itu Wali Kota juga menunjukkan keprihatinannya. "Kami prihatin melihat Pasar Legi," ujarnya kepada wartawan.

Jumlah pedagang Pasar Legi yang mencapai 1.500 orang, membuat Pemkot Solo berpikir keras untuk mencari lokasi pasar darurat. Karena dibutuhkan lokasi yang luas. "Kami cari lokasi pasar darurat dulu. Paling besok [Selasa] saya baru bisa mikir. Mau kita benahi atau bagaimana besok. Kami prihatin melihat Pasar Legi. Segede ini, pedagang lebih dari 1.500 pedagang kan harus cari tempat yang pas," katanya.

Wali Kota Solo menjanjikan Selasa (30/10/2018) Pemkot sudah mendapat solusi keberlanjutan pedagang termasuk lokasi pasar darurat. "Namanya bencana ga bisa dihindari, tak bisa diprediksi. Yang bisa sekarang kita lakukan hanya bisa pemadaman.  Besok kita cari solusi terbaik. Kita carikan pasar darurat. Yang jelas Pemkot prihatin karena besok pedagang harus berhenti mekelakukan kegiatan," pungkasnya.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo saat meninjau lokasi kebakaran  Pasar Legi mengatakan sebanyak 300 personel kepolisian dan TNI diterjunkan untuk membantu pemadaman Pasar Legi sejak pukul 16.00 WIB. "Kita sementara fokus ke pemadaman dulu. Setelah padam semua, dingin semua, kami baru olahtempat kejadian perkara."

Pemadaman Pasar Legi dilakukan oleh Damkar soloraya, Semarang Salatiga." Ada juga Water Canon dari Polres se Soloraya."