Rumah Sakit Indonesia di Gaza Rusak Terdampak Serangan Israel

Serangan Israel ke Gaza, Selasa (29/5 - 2018). (Reuters/Suhaib Salem)
27 Oktober 2018 18:30 WIB Newswire Internasional Share :

Solopos.com, SOLO – Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza, Palestina, rusak terdampak serangan zionis Israel. Kerusakan RSI dilaporkan oleh sukarelawan organisasi kegawatdaruratan kesehatan "Medical Emergency Rescue Committee" (MER-C) Indonesia.

"Sejak Jumat (26/10/2018) malam hingga detik ini, Sabtu (27/10/2018), militer zionis Israel masih menggempur sejumlah wilayah di Jalur Gaza," kata Reza Aldilla Kurniawan, sukarelawan MER-C yang berada di Jalur Gaza, Sabtu (27/10/2018) siang.

Melalui Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris, kepada Antara, ia menjelaskan pesawat tempur F-16 Israel mengirim tidak kurang dari lima roket yang jatuh tidak jauh dari lokasi RS Indonesia yang berada di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina.

Rima mengemukakan, dentuman keras roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitar, bahkan mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian RS Indonesia. Ruangan yang mengalami kerusakan di antaranya kantor administrasi, toilet, koridor, ruang gawat darurat (ICU), dan beberapa lainnya.

Reza Aldilla Kurniawan -yang saat serangan terjadi berada di dalam bangunan Wisma Rakyat Indonesia- yang terletak di belakang RS Indonesia, mengatakan guncangan terasa besar sekali.

"Guncangan besar sekali, debu-debu jatuh dari atap. Saya langsung keluar dari wisma dan melihat kondisi Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan di beberapa bagian," katanya.

Sebagai dampak dari pengeboman yang terjadi di dekat RS Indonesia, pasien-pasien dipindahkan dan ditempatkan di lorong-lorong yang aman untuk menjaga keselamatan mereka.

Ia menambahkan hingga berita ini dilaporkan suara deru pesawat tempur masih terdengar jelas mengitari langit Gaza.

Pembangun RS Indonesia di Gaza berawal dari misi tim bantuan kemanusiaan Indonesia yang membawa bantuan obat-obatan dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk warga Gaza, Palestina, akhir 2008 hingga awal 2009.

Sumber : Antara