Anggota PBB Sebut Jamal Khashoggi Korban Eksekusi di Luar Hukum

Jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, saat menjadi pembicara dalam sebuah acara yang digelar Middle East Monitor di London, Inggris 29 September 2018. (Reuters - Middle East Monitor)
27 Oktober 2018 18:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, ISTANBUL – Penyidik dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, mengatakan, jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, merupakan korban eksekusi di luar hukum.

Agnes Callamard menyebut orang yang mengatur dan melakukan pembunuhan itu memiliki posisi cukup penting di Arab Saudi.

Pembunuhan sadis tersebut merupakan bentuk tindakan sewenang-wenang yang dilakukan pemerintah Arab Saudi. Sebab, sampai saat ini masih ada segudang misteri yang belum terungkap dari kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

"Kami tidak perlu mengetahui siapa saja yang terlibat dengan kejahatan ini untuk menyimpulkan bahwa tindakan ini merupakan eksekusi di luar hukum. Tetapi masih belum jelas seberapa tinggi jabatan orang yang memberi perintah membunuh Jamal Khashoggi," kata Agnes Callamard seperti dikutip dari Middle East Eye, Sabtu (26/10/2018).

Pernyataan Agnes Callamard disampaikan setelah beberapa fakta tentang pembunuhan Jamal Khashoggi terkuak. Dia menegaskan perlunya penyidikan independen untuk memvalidasi temuan penyelidikan sebelumnya.

"Harus ada tim penyidik independen untuk kasus pembunuhan Jamal Khashoggi. Pertama, diketahui bahwa pembunuhan dilakukan di konsulat yang mewakili negara Arab Saudi. Kedua, orang yang hadir saat pembunuhan itu adalah perwakilan negara. Selanjutnya, beberapa hari yang lalu otoritas Arab Saudi mengakui adanya keterlibatan beberapa pejabat dalam pembunuhan tersebut. Semua ini menjadi ciri eksekusi yang dilakukan di luar hukum," sambung Agnes Callamard.

Sejauh ini, pemerintah Arab Saudi telah menangkap 18 orang yang diduga terlibat pembunuhan Jamal Khashoggi. Mereka juga telah memecat pejabat keamanan yang dianggap dekat dengan putra mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman.

Meski demikian, Pangeran Mohammed bin Salman telah membantah tuduhan sebagai otak pembunuhan Jamal Khashoggi. Dia malah berjanji bakal mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan hukuman setimpal kepada pelaku pembunuhan.

"Kami tengah melakukan penyelidikan terkait pembunuhan tersebut. Kini, kami memiliki cukup bukti untuk menentukan bahwa pemerintah Arab Saudi bertanggung jawab atas pembunuhan Jamal Khashoggi," terang Agnes Callamard.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Jamal Khashoggi kali terakhir terlihat hidup pada 2 Oktober 2018. Kala itu, dia pergi ke Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki, untuk mengurus dokumen pernikahan. Namun, setelah masuk ke gedung tersebut dia tidak pernah keluar lagi bagaikan hilang ditelan bumi.