Penampakan Pabrik Esemka di Boyolali dari Citra Satelit

Pekerja di depan deretan mobil di pabrik Esemka, Sambi, Boyolali, Senin (22/10 - 2018). Pabrik telah memproduksi jenis mobil pikap. (Antara / Aloysius Jarot Nugroho)
23 Oktober 2018 22:32 WIB Akhmad Ludianto/Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi atau pabrik perakitan mobil Esemka di Desa Demangan, Sambi, Boyolali, semakin menarik keingintahuan warga seiring aktivitas yang mulai terlihat. Dalam citra satelit Google Maps terakhir, bangunan pabrik ini telah terlihat utuh.

Lokasi pabrik ini berada di sebuah lahan yang luas di tepi Jl Esemka. Dari tangkapan citra satelit, lahan tersebut berbentuk huruf L dan terdapat dua bangunan utama. Satu bangunan membujur dari selatan ke utara dan terletak lebih dekat dengan Jl Esemka. Sedangkan bangunan lain berukuran lebih besar membujur dari barat ke timur dan terletak lebih ke dalam.

Lahan pabrik ini juga cukup dekat dengan wilayah permukiman warga. Pabrik itu juga dikelilingi area persawahan desa setempat. Untuk menjangkau pabrik ini bisa ditempuh dari dua arah berbeda, yakni dari timur dan barat.

Dari arah timur, lokasi pabrik bisa ditempuh dari kawasan Bandara Adisumarmo di Kecamatan Ngemplak, Boyolali, dengan jarak sekitar 4,5 km. Bagi pengguna aplikasi Google Maps, pengguna biasanya diarahkan via jalan Pasar Mangu-Pasar Sambi. Uniknya, jalan yang dulu bernama sama sesuai jalur (Pasar Mangu-Pasar Sambi) itu kini bernama Jl Esemka. Kondisi jalan tersebut lumayan mulus dengan landasan aspal dan cor.

Sementara itu, dari arah barat bisa ditempuh dari Boyolali Kota dengan jarak sekitar 19 km, atau dari kawasan pertigaan Bangak di Banyudono dengan jarak sekitar 8,9 km. Dari Bangak, kita bisa menuju pabrik Esemka dengan menyusur arah utara hingga perempatan Pasar Sambi, lalu berbelok ke kanan/timur. Kondisi jalan Bangak-Pasar Sambi terdapat banyak lubang sedangkan Pasar Sambi-pabrik Esemka reatif mulus.

Di sisi lain, pabrik yang dikabarkan sudah memproduksi mobil jenis pikap ini menempati lahan kas desa seluas sekitar 11 hektare (ha). Pemerintah desa setempat mengatakan pihak pengelola pabrik menyewa lahan itu selama 30 tahun sejak didirikan beberapa tahun silam.