LSI: Hoaks Ratna Sarumpaet Dongkrak Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin

Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) tiba di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (4/10/2010). Pelaku hoax itu ditangkap pihak kepolisian di Bandara Soekarno Hatta saat akan pergi ke luar negeri. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
23 Oktober 2018 20:00 WIB Muhammad Ridwan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kasus hoaks yang dibuat oleh Ratna Sarumpaet rupanya membuat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin melejit 4 poin menjadi 57,7%. Sebaliknya, elektabilitas Prabowo-Sandi turun hampir satu poin menjadi 28,6%.

Hal tersebut diungkapkan Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Ikrama Masloman saat merilis hasil survei Hoax dan Efek Elektoral Kasus Ratna Sarumpaet, di kantor LSI Jakarta, Rabu (22/10/2018).

“Sementara Prabowo-Sandi di September 2018 elektabilitasnya sebesar 29,2%. Kini di Oktober jadi sebesar 28,6%. Jadi ada penurunan suara setelah ada kasus Ratna Sarumpaet," jelasnya.

Dengan kata lain, elektabilitas Prabowo turun hampir satu poin dan ini merugikan. "Kasus hoaks Ratna Sarumpaet merugikan Prabowo-Sandi," ujar Ikrama.

Berdasarkan survei tersebut, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin  meraup elektabilitas 57,7%, sedangkan Prabowo-Sandi 28,6%. Namun, masih ada 13,7% responden lainnya yang belum menentukan pilihan

Ikrama menambahkan pada September 2018 lalu, elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sebesar 53,2% atau naik lebih dari 4 poin. Adanya kasus kebohongan Ratna Sarumpaet meningkatkan elektabilitas pasangan yang diusung Koalisi Indonesia Kerja.

Selain itu, naiknya sentimen negatif terhadap Prabowo-Sandi menyebabkan pemilih yang belum menentukan pilihan pada September 2018 menjadi cenderung memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Survei LSI Denny JA dilakukan pada 10 Oktober sampai dengan 19 Oktober 2018 dengan cara wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang tersebar di berbagai daerah. Metode penelitian yang digunakan yaitu multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang dari 2,8% pada tingkat kepercayaan 97,2%.