Apel Santri di Solo, Jokowi Janjikan 1.000 BLK di Pesantren

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato di Apel Akbar Santri Nusantara di Benteng Vastenburg, Solo, Sabtu (20/10 - 2018) malam. (Solopos / M Ferri Setiawan)
20 Oktober 2018 22:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Nasional Share :

Solopos.com, SOLOPresiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan akan membangun 1.000 Balai Latihan Kerja (BLK) di pesantren se-Indonesia. Program itu diharapkan mampu meningkatkan keahlian para santri.

Hal itu disampaikan saat menyampaikan sambutan dalam Apel Akbar Santri Nusantara di Benteng Vastenburg Solo, Sabtu (20/10/2018) malam. Puluhan ribu santri dari berbagai daerah mengikuti kegiatan apel akbar itu dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober.

“Tahun ini sudah dimulai beberapa program untuk pesantren. Memang baru dirintis. Namun, jumlah pesantren yang menerima program itu masih belum banyak,” kata Jokowi.

Jokowi berencana melipatgandakan jumlah pesantren yang menerima program peningkatan perekonomian dan sumber daya manusia tersebut. Jokowi memerinci saat ini baru 33 pesantren yang telah menerima program bank wakaf mikro. Selain itu, baru 50 pesantren yang memiliki balai latihan kerja.

“Memang baru sedikit, tapi akan diperbanyak. BLK baru ada di 50 ponpes, nanti di 1.000 pesantren,” katanya.

Presiden Jokowi berharap program balai latihan kerja bisa ditingkatkan lagi dan dilipatgandakan. Sebab, jumlah pesantren di Indonesia cukup besar, mencapai 28.000 yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Meski demikian, Jokowi berjanji akan mengawal serta mengevaluasi program tersebut sehingga bisa memberikan hasil yang maksimal. "Saya setiap pekan masuk ke pesantren. Ini untuk memantau efektivitas program-program yang diterapkan di pesantren,” katanya.

Jokowi pun mengingatkan peran penting santri untuk bangsa Indonesia. Saat ini di Indonesia terdapat banyak suku, tradisi, hingga agama. Masyarakat Indonesia hendaknya mensyukuri anugerah Tuhan. “Perbedaan itu mengharuskan kita saling mengenal dan menghargai. Tak boleh ada saling ejek antar suku dan agama. Karena aset bangsa terbesar bangsa ini adalah persaudaraan dan kerukunan,” pintanya.

Dalam apel akbar ini, puluhan ribu santri berikrar meneguhkan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kegiatan apel Akbar dimulai dengan salat magrib berjamaah di halaman Benteng Vastenburg.