Ditanya Soal Meikarta, KPK Singgung Kasus Hambalang

Foto aerial pembangunan apartemen Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/10/2018 - 2018). (Antara / Hafidz Mubarak A)
19 Oktober 2018 17:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, MAGELANG -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan bertindak hati-hati dalam penanganan kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta, terutama terkait kelanjutan megaproyek tersebut. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Proyek itu masih berlanjut meskipun sedang digoyang kasus suap.

"Kami harus hati-hati dalam pengertian proyek itu lanjut atau tidak. Jangan lupa, itu pembangunan ekonomi, kebutuhan rumah itu cukup tinggi," katanya seusai menghadiri roadshow bus KPK di Alun-alun Kota Magelang, Jumat (19/10/2018).

Kasus dugaan suap pengurusan izin pembangunan proyek superblok Meikarta tersebut telah menyeret Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka penerima suap.

Menyinggung pernyataan Denny Indrayana dalam rilisnya yang menyatakan proyek Meikarta tetap berlanjut, Saut mengaku tidak bisa menanggapi lebih lanjut. "Ditunggu saja, sabar saja, tidak boleh menanggapi itu lebih detail," ucapnya.

Menurut dia, KPK akan mempelajari kembali kasus dugaan suap yang kini berjalan dan kelanjutan proyek fisiknya. "Nanti kita pelajari, memang pembangunan harus jalan. Kemarin kita didebat, contohnya kasus Hambalang, ketika kasus itu ramai kemudian berhenti. Padahal KPK tidak menghentikannya," tutur Saut.

Dalam kasus Meikarta tersebut, katanya penyidik KPK akan mempelajari terlebih dahulu secara detail.

"Nanti penyidik yang akan mempelajari apakah memang pidana korporasi dan lain-lain itu bisa diterapkan atau tidak. Jadi jangan keburu-buru dulu, jangan kesusu, jangan grusa-grusu supaya pembangunan ekonominya jalan, supaya ekonomi bisa muter," ujarnya.

Sumber : Antara