Singgung Pilpres, Aa Gym Sebut Ulama Seperti Ini Bisa Bikin Bencana Makin Banyak

K.H. Abdullah Gymnastiar. (Istimewa - Youtuber)
19 Oktober 2018 08:30 WIB Jafar Sodiq Assegaf Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Dai kondang K.H. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym kembali membahas peran ulama di kancah politik dalam negeri. Pendiri pondok pesantren Daarut Tauhid ini menumpahkan keresahannya soal sepak terjang Ulama di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2018 ini.

Keresahan ini disampaikan Aa Gym saat memberikan Kajian Tauhid di Masjid Alatief Pasaraya Bok M. Kajian yang disiarkan langsung oleh channel Youtube Masjid Daarut Tauhiid pada 1 Oktober 2018 itu mengambil tema Pembahasan Kitab Alhikam No. 173.

Dikutip dari laman NU.or.id, Jumat (19/10/2018), Kitab Alhikam merupakan salah satu kitab tasawuf yang ditulis oleh seorang ulama besar dan guru sufi bernama Syaikh Ahmad ibn Muhammad ibn Atha'illah as-Sakandari.

Kitab Alhikam berisi prinsip atau doktrin Ibnu Atha'illah yang mengajarkan banyak nasihat kepada pembaca agar setiap waktu selalu dekat dengan Sang Pencipta, Allah SWT. Dalam ceramahnya, Aa Gym juga membahas kisah-kisah inspiratif dan banyak menyajikan mutiara hikmah sembari mengupas salah satu bab Kitab Alhikam.

Sesuai dengan isi kitab Alhikam Aa Gym menyampaikan tentang pentingnya mengutamakan berbuat untuk Allah daripada untuk makhluk. Aa Gym menyebut berbuat untuk keinginan makhluk tidak ada habisnya, sedangkan berbuat demi Allah adalah sebuah kewajiban.

"Setiap orang punya sudut pandang masing-masing, maka bersiaplah menderita bagi orang yang sibuk dengan penilaian makhluk, mengabaikan penilaian Allah," katanya.

Di tengah pembahasannya itu, Aa Gym menyampaikan sebuah nasehat yang berasal dari keresahannya soal kondisi politik tanah air. Aa Gym bahkan menyisipkan sebuah peringatan.

"Tidak semua menjadi capres cawapres kan," kata Aa Gym mengawali nasehatnya. "Tapi kalau yang manggung [terlibat dalam Pemilu] ini akhlaknya kurang baik, masyarakat bisa hilang kepercayaannya," kata Aa Gym.

Katanya setiap gerak-gerik Ulama akan menjadi tuntunan bagi masyarakat. "Ulama aja ngeghibah, berarti kita enggak apa-apa dong," katanya. "Coba bisa kaya apa rusaknya negeri ini," katanya lagi.

Aa lantas menanyakan kepada jamaah apakah dirinya salah jika berpikir demikian. "Asli nih hadirin saya sedih karena kalau.. harusnya Pilpres sekarang Pilpres terindah, karena Ulamanya ada. Menjaga kemuliaan akhlak, menjaga akidah. Harusnya ini berkah."

"Tapi kalau ulamanya jadi hanya ngedorong mobil, para ulama dari manapun [kedua kandidat] hanya jadi pendorong.. bisa banyak gempa lagi ini, Naudzubillah" imbuhnya.

Aa Gym menjelaskan jika tipu daya yang digunakan masif, maka bencana yang terjadi di Tanah Air bisa meluas dan berlipat-lipat. "Kalau Ulama bikin maksiat itu terstruktur nanti keburukannya," kata Aa Gym.

Aa Gym lantas menyebut pemimpin bisa memperluas kemaksiatan dengan keputusan-keputusan yang dia buat. "Itu nanti bisa mengundang bencana bagi Negara ini," imbuhnya lagi. "Masalahnya tidak semua beriman bahwa musibah itu berkaitan dengan dosa."