Sistem Kuliah Online Segera Diterapkan di Perguruan Tinggi NU

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir. (Bisnis/Abdullah Azzam)
18 Oktober 2018 15:06 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Perguruan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama (PTNU) segera menerapkan sistem perkuliahan berbasis online menyusul adanya kerja sama dengan universitas terbuka.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mendukung upaya pembelajaran dengan sistem online untuk menjawab tantangan jumlah perguruan tinggi di perbatasan dan daerah, serta efektifitas sistem pembelajaran di era digital.

Universitas terbuka menjadi pelopor dan memberikan ruang untuk belajar dimana pun, kapan pun dan siapa pun. Selama ini pembelajaran di lingkungan NU masih konvesional padahal jaringan pesantren yang dikelola NU tersebar di seluruh Indonesia.

Kerja sama nantinya mendorong para santri memperoleh pendidikan hingga perguruan tinggi. "Menuju perkembangan zaman, progam studi digital, e commerce, digital ekonomi, kita bergerak [menyesuaikan] revolusi industri 4.0 yang berbasis pada teknologi. PTNU masih kurang, saya minta bisa bekerja sama dengan universitas terbuka yang berpengalaman kuliah daring," ungkap Nasir di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (17/10/2018) seperti dilansir RRI.

Menristekdikti menyebut pendidikan jarak jauh (PJJ) di universitas terbuka akan ditransfer ke PTNU dengan menyiapkan segala sarana dan prasarana perkuliahan. Sistem pembelajaran tidak lagi sepenuhnya dengan tatap muka di kelas, namun akan bertahap 25 persen pembelajaran online hingga nanti sepenuhnya online.

Penerapan sistem pembelajaran online pertama akan direalisasikan di setiap mata kuliah, selanjutnya per progam studi, hingga nantinya per universitas seperti yang telah dijalankan universitas terbuka.

"Dalam kuliah PJJ harus disiapkan infrastruktur kuliah. Mata kuliah yang diajarkan pun harus punya sertifikasi lolos uji melalui cyber university apa layak dibuat online, bisa sistem per mata kuliah, prodinya. Sekarang 50 persen face to face, 50 persen online. PTNU saat ini face to face, nanti 75 face to face, 25 online," kata Mohamad Nasir.

Pembelajaran sistem daring ini menjawab tantangan terhadap minimnya jumlah tenaga dosen. Nantinya dosen dituntut mengembangkan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien kepada peserta didiknya.

"Nanti dosen tidak lagi banyak di kelas, tapi banyak di microteaching, mengembangkan pembelajaran," tambahnya.