Kondang sebagai LC, Ini Fakta Kepribadian Rini Puspitawati di Mata Keluarga

Rini Puspitawati alias Rindu Puspita. (Facebook/Rindu Puspita)
18 Oktober 2018 13:05 WIB Abdul Jalil Nasional Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sosok Rini Puspitawati atau Rindu Puspita, warga Ngawi, ramai menjadi perbincangan di dunia maya setelah mengalami kecelakaan di jurang Sarangan Magetan bersama seorang pria. Namun, tentu banyak pihak bertanya-tanya siapa Rindu sebenarnya?

Rindu atau Rini merupakan warga Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Rini merupakan anak kedua dari dua bersaudara.

Perempuan berparas cantik berusia 26 tahun itu pernah menikah dan memiliki satu anak yang kini duduk di bangku kelas II SD. Namun, pernikahan Rini Puspitawati kandas dan saat ini perempuan itu menjadi single parent untuk anak laki-lakinya itu.

Sejak kecil hingga dewas, Rini diasuh dan dibesarkan oleh ibunya, Marsini, 55. Sedangkan ayah Rini meninggal dunia saat Rini masih kecil.

"Ayak kami sudah meninggal dunia sejak kami kecil. Selama ini yang menghidupi kami ya ibu," ujar Wiwik, kakak kandung Rini, saat berbincang-bincang dengan madiunpos.com di ruang tunggu RSUD dr. Soedono Madiun, Rabu (17/10/2018).

Rini, kata dia, hanya menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMP saja kemudian bekerja. Sejauh yang diketahui keluarga, Rini selama ini bekerja di Ngawi sebagai sales teh.

Untuk aktivitas lain yang dilakukan Rini, pihak keluarga mengaku tidak mengetahuinya. Saat ditanya tentang kabar yang beredar di media sosial bahwa Rini juga bekerja sebagai pemandu lagu atau LC, Wiwik menyatakan pihak keluarga tidak mengetahuinya.

Di lingkungan keluarga, ungkap Wiwik, Rini termasuk sosok tertutup. Banyak hal tentang Rini yang tidak diketahui oleh keluarga. Salah satunya tentang pekerjaan dan aktivitas hariannya.

Menurut Wiwik, Rini tidak tinggal bersama orang tua di Desa Semen. Rini tinggal di kamar indekos di Ngawi kota sendirian untuk mempermudah saat bekerja.

Sementara, anak Rini tinggal bersama sang nenek. Rini biasanya pulang kampung sepekan sekali, biasanya di akhir pekan. 

Baca: Rini Masih Koma

"Kemarin sebelum waktu kejadian itu, saya mau WA Rini. Dia jadi pulang apa tidak. Karena biasanya memang dia pulang pas akhir pekan," ujar Wiwik.

Saat mendengar peristiwa kecelakaan mobil Honda CRV yang dikemudikan Rini terjun ke jurang Sarangan Magetan, ungkap Wiwik, keluarga sangat kaget.

Apalagi, Rini diketahui satu mobil bersama seorang pria yakni Ragil Supriyanto, 34, warga Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Keluarga mengaku tidak mengetahui siapa pria yang bersama Rini itu. Ragil sendiri meninggal dunia dalam kecelakaan tragis itu.

Untuk menggambarkan ketertutupan Rini kepada keluarga, Sumarno yang merupakan suami Wiwik, menambahkan tiga pekan lalu sepeda motor Rini hilang saat diparkir di indekos. Kasus hilangnya sepeda motor ini baru diketahui setelah Rini mengalami kecelakaan. Sebelumnya tidak ada yang tahu, Rini juga tidak pernah bercerita soal itu.

"Saya kemarin mau mengambil sepeda motornya di kos. Ternyata sepeda motornya sudah hilang. Kata pemilik kos dan ketua RT di kos sana dicuri. Sudah tiga minggu lalu. Itu Rini tidak bercerita. Mungkin takut merepotkan keluarga kalau menceritakan itu," jelas dia.