Ciri Penyerang Rumah Makan Manado: Pakai Peci dan Jaket Hijau

Ilustrasi garis polisi (www.witf.org)
17 Oktober 2018 19:33 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Polisi telah mengantongi ciri-ciri salah satu terduga anggota massa berpeci yang melakukan perusakan terhadap dua rumah makan Manado di Jl Jenderal Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018) dini hari. Namun, polisi belum menjelaskan identitas terduga pelaku itu.

Kapolsek Cempaka Putih Kompol Rosiana menyebutkan ciri pelaku perusakan rumah makan Manado itu berdasarkan keterangan saksi-saksi yang telah dimintai keterangan polisi dalam kasus tersebut. "Iya sudah, itu ciri-ciri dari keterangan saksi. Saksi dari pelapor juga," kata Rosiana kepada Suara.com, Rabu (17/10/2018).

Ciri-ciri pelaku yang diduga ikut merusak rumah makan Manado itu, kata dia, berbadan kurus dan berusia sekitar 25 tahun. Terduga pelaku perusakan rumah makan Manado juga memiliki tinggi badan sekitar 170 centimeter. "Ciri-ciri kurus pakai jaket warna hijau pake celana panjang dan pakai motor," kata dia.

Namun, Rosiana belum bisa menjelaskan identitas dari pelaku perusakan rumah makan Manado tersebut. Dia hanya menyampaikan, jika pelaku perusakan itu berjumlah puluhan orang dan menggunakan sepeda motor.

"Mereka rombongan motor, ada sekitar 50 motor. Itu jumlahnya kurang lebih ya," ucapnya.

Dua Rumah Makan Manado yakni RM Andy Watung dan RM Bunaken dirusak oleh puluhan orang yang menunggangi sepeda motor, Selasa (16/10/2018) dini hari. Massa juga merusak dua unit mobil di dekat perusakan rumah makan Manado tersebut.

Yetty Sofia Watung, 50, salah satu pemilik rumah makan Manado Andy Watung menyampaikan, aksi pengrusakan itu terjadi setelah dirinya menutup warung. Saat hendak beristirahat, tiba-tiba Yetty mendengar teriakan massa yang hendak membakar tempat usahanya. Bahkan Yetty mengaku sempat mendengar ada ancaman dari massa untuk membunuh dirinya.

"Selesai berdoa mau pulas tidur, tahu-tahu di luar sudah teriak-teriak bakar saja, bakar, kalau perlu bunuh saja," kata Sofia saat ditemui Suara.com, Selasa.

Dia juga menyampaikan, jika sebagian massa yang merusak warungnya itu mengenakan kopiah atau berpeci dan didominasi anak muda. Kejadian pengrusakan rumah makan Manado itu berlangsung sekitar 10 menit.

"Mereka rata-rata berpeci terus kebanyakan mereka anak muda mengendarai sepeda motor. Jalan penuh oleh kendaraan mereka," kata dia.