Ada Ambulans Bersiaga Saat Massa Bercadar Rusak Sedekah Laut Bantul

Ilustrasi sedekah laut. (Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara)
15 Oktober 2018 15:55 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, BANTUL -- Teror massa bercadar yang menyerang properti ritual sedekah laut di Pantai Baru, Ngentak, Poncosari, Srandakan, Bantul, menyisahkan misteri. Melihat jejak-jejak para pelaku, penyerangan tersebut diduga sudah direncanakan secara matang.

Kelompok penyerang bercadar itu mengatasnamakan Aliansi PETA yang memasang spanduk bertuliskan tauhid. Properti sedekah laut itu diserang pada Jumat (13/10/2018) malam sekitar pukul 23.30 WIB di Pantai Baru.

Selain spanduk, jejak lain yang terlihat oleh para saksi mata adalah munculnya mobil ambulans. Di lokasi tersebut, sebuah mobil ambulans warna hijau muncul saat proses penyerangan terjadi.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Bantul (HSNI) Suyanto menyatakan mobil ambulans itu diketahuinya setelah dia diberi tahu polisi. "Iya kata polisi begitu, kegiatan cepat hanya 15 menit saja," terangnya.

Dirinya melanjutkan penyerangan dilakukan dengan menghancurkan fasilitas seperti meja dan hiasan tenda atau penjor. "Rusak Meja, Penjor malam kejadian tidak banyak yang tahu," ungkapnya.

Salah satu petugas Polres Bantul, Dalija mengatakan saat melakukan pemantauan menyatakan dalam penuturan empat saksi memang terdapat mobil ambulans warna hijau dan satu mobil Avanza saat kejadian. "Menurut saksi ambulans warna hijau sama Avanza ada saat peristiwa," ungkapnya

Saat ini, warga setempat sudah beraktifitas kembali. Para nelayan yang menjadi korban penyerangan sudah melaut kembali. Aparat kepolisian pun masih terus menjaga di area Pantai Baru.

Polisi telah memeriksa sejumlah orang yang diduga merusak properti acara tradisi sedekah laut di Pantai Baru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, yang sedianya digelar Sabtu (13/10/2018) pagi. Tradisi tahunan itu batal digelar setelah segerombolan orang bercadar merusak berbagai properti acara tersebut.

Kapolres Bantul, AKBP Sahat Marisi Hasibuan, mengonfirmasi kejadian pengrusakan di Pantai Baru tersebut. Pihaknya sudah mendapatkan sejumlah barang bukti, termasuk spanduk yang dipasang setelah pengrusakan. Sejumlah orang yang diduga ikut merusak juga sudah diperiksa.

"Kalau tidak salah ada sembilan orang yang diperiksa," kata Sahat, Sabtu.

Sumber : Suara.com, Harian Jogja