Sakit di LP Nusakambangan, Napi Teroris Bom Surabaya Meninggal

Kapal Pengayoman II, alat transportasi narapidana ke Nusakambangan. (Antara/R. Rekotomo).jpg
14 Oktober 2018 19:42 WIB Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Narapidana kasus bom Surabaya Agus Trimulyono alias Gunawan bin Damija meninggal dunia karena sakit saat menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan, Jawa Tengah. Napi kasus terorisme berusia 28 tahun itu sebelumnya divonis 4,5 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat dalam kasus bom di Surabaya.

Agus adalah anggota jaringan Jamaah Asharud Daulah (JAD) dan ditangkap polisi di Surabaya pada Juni 2017. Dia baru akan bebas dari hukumannya pada 12 Desember 2021 mendatang. Pihak keluarga di Surabaya, Jawa Timur, telah memakamkan Agus Trimulyono.

Agus sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap, Jawa Tengah, sebelum akhirnya meniggal dunia pada Jumat (12/10/2018) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya, Minggu (14/10/2018), memastikan jenazah Agus telah diterima keluarganya.

"Jenazah Agus telah diterima keluarganya di Surabaya pada sekitar pukul 23.40 WIB Sabtu [13/10/2018] malam," katanya.

Pihak keluarga malam itu juga langsung menggelar pemakaman Agus di Tempat Pemakaman Umum Rangkah, Jl Kenjeran Surabaya. Sebelum dimakamkan, jenazah Agus dishalatkan di Mushala Lathiful Husna yang tak jauh dari rumah duka di Jl Lebak Rejo Utara Gang 8 Surabaya.

"Prosesi pemakaman berlangsung hingga sekitar pukul 01.00 WIB Minggu dini hari tadi. Dihadiri sekitar 30 orang dari pihak keluarga, kerabat dan warga sekitar," ucap Barung.

Kepala Sub Bagian Humas Kanwil Kemenkumham Provinsi Jawa Timur Ishadi mengonfirmasi bahwa Agus Trimulyono meninggal dunia di RSUD Cilacap. "Sampai sekarang kami masih menunggu konfirmasi dari Kemenkumham Jawa Tengah perihal penyebab meninggalnya narapidana terorisme tersebut," ujarnya.

Sumber : Antara