Ini 18 Brand Paling Banyak Dicari

Ilustrasi media sosial - Reuters/Beawiharta
14 Oktober 2018 04:00 WIB Ipak Ayu H Nurcaya Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Tras N Co Indonesia bekerja sama dengan IMFocus DigiMarketing Consultant dan Infobrand.id untuk kali kesebelas menggelar Indonesia Digital Popular Brand Award (IDPBA) 2018.

Ada 18 brand Indonesia yang menerima penghargaan IDPBA 2018 karena dinilai berhasil membangun popularitas serta meningkatkan aktivitas mereknya melalui media digital atau internet sehingga unggul dan popular dibandingkan brand yang lain.

Mereka yang meraih penghargaan IDPBA 2018 adalah KFC (kategori resto fried chicken), BNI Syariah dan BRI Syariah (kategori KPR syariah), Bussan Auto Finance/BAF (kategori kredit barang elekronik) , ERA Indonesia (kategori broker property), Green Angelica (kategori hair tonic).

Selanjutnya, Cerelac (kategori bubur bayi), My Baby (kategori lotion anti nyamuk anak), Zevit Grow (kategori vitamin peninggi badan anak), Bodrexin (kategori obat penurun panas badan anak), Kiky (kategori buku tulis), Tupperware (kategori wadah susu bayi dan kategori perlengkapan makanbayi), Lois (kategori celana jeans), OBH Combi Anak (kategori obat flu dan batuk anak).

Kemudian, Artco (kategori gerobak dorong), Intex (kategori baby swimming pool), Vitabumin (kategori multivitamin penambah nafsu makan  anak dan kategori vitamin imunitas anak), serta BlackMores (kategori suplemen makanan).

Founder & Chairman Tras N Co Indonesia Tri Raharjo mengatakan bahwa ke-18 brand tersebut mampu cepat beradaptasi dengan dinamisnya dunia digital saat ini, berbenah diri, kreatif mengolah konten, dan konsisten berkomunikasi melalui sarana digital.

“Merek-merek yang tidak mampu melakukan adaptasi digital menurut hasil riset yang kami lakukan, popularitas mereka akan tergusur oleh merek lain. Bahkan, brand multinasional sekalipun. Namun, kami optimistis mayoritas merek telah berbenah diri dan beradaptasi dengan dunia digital. Artinya, digitalisasi saat ini mau tidak mau akan menjadi fokus utama bagi brand untuk berlomba-lomba meraih kepercayaan warganet,” paparnya dalam keterangan resmi, Sabtu (13/10/2018).

Menurut Tri, IDPBA 2018 juga merupakan suara warganet dalam mencari, membicarakan simbol popularitas, dan kepercayaan dalam memilih merek atau produk di internet.

“Tentu dengan menggunakan logo IDPBA 2018 maka sebuah brand akan mendapat kepercayaan konsumen di internet, dan para warganet dalam memilih sebuah produk,” lanjutnya.

CEO IMFocus Alex Iskandar memaparkan IDPBA 2018 diberikan kepada merek-merek di Indonesia berdasarkan hasil survei Digital Popular Brand Index 2018 yang dilakukan oleh Tras N Co Indonesia bekerja sama dengan IMFocus DigiMarketing Consultant.

Survei dilakukan pada Mei-Juli 2018 kepada 150 kategori produk/jasa dan lebih dari 1.000 brand tersurvei di Indonesia.

Survei yang dilakukan murni melalui data engine pihak ketiga yang bersifat independen, kredibel dan akuntabel, dengan menggunakan tiga parameter penilaian, yakni social media based, search engine based, dan website based.

Yang menarik, kali ini ada dua penilaian baru yaitu Youtube pada media sosial menggantikan penilaian Twitter pada tahun lalu serta trafik pada penilaian website based yang juga tidak ada pada tahun lalu.

“Youtube dipilih mengingat Twitter di Indonesia belakangan lebih condong ke politik.  Bagaimanapun, Youtube merupakan search engine kedua terbesar setelah Google. Untuk website based, kami survei merek yang memiliki minimal 10.000 pengunjung,” ungkapnya.

Sumber : Bisnis Indonesia