Ahli Spiritual di Balik Kesuksesan Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan (berkemeja merah) saat memberi keterangan pers terkait pelaksanaan Annual Meeting IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua Bali, Sabtu (13/10 - 2018). (Bisnis/M Nurhadi Pratomo)
14 Oktober 2018 09:00 WIB Ni Putu Eka Wiratmini Nasional Share :

Solopos.com, NUSA DUA -- Gubernur Bali I Wayan Koster mengklaim menyiapkan tim spiritual untuk mengawal pelaksanaan Annual Meeting IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua.

Tim spiritual itu berada di sejumlah titik di Bali dan menggelar acara guna mendukung kelancaran. Pembentukan tim spiritual dilakukan secara kolektif.

"Buat kami kalau mau berhasil  acara sebesar ini. Untuk teknis sudah jago, tetapi yang harus kami lakukan adalah menjaga alam makro agar baik," tuturnya di Nusa Dua, Sabtu (13/10/2018) sebagaimana dikutip Bisnis.com.

Koster mengungkapkan suatu kehormatan dan kebanggaan menjadi lokasi tuan rumah. Penting untuk mendukung kelancaran perhelatan dengan mendekatkan dengan budaya Bali.

Koster menyatakan hasil pemantauannya, hingga saat ini seluruh pertemuan berjalan mulus dan tidak ada masalah. Kelancaran memang merupakan tanggung jawab Bali sebagai tuan rumah.

"Tanggung jawab kami menjamin agar berjalan baik, dan menurut kami berhasil. Ini ujian pertemuan terbesar buat kami. Kalau sukses, Indomesia terangkat dan nama gubernur kami akan terangkat," paparnya.

Koster juga menekankan Annual Meetings IMF-WB 2018 memang sempat dihadapkan dengan sejumlah protes. Namun, dia menekankan, protes bukan dilakukan oleh masyarakat Bali melainkan pihak luar yang datang ke Pulau Dewata. 

Kata dia, masyarakat Bali seluruhnya menerima kedatangan delegasi sebagai sebuah tamu kehormatan. Sebab masyarakat Bali menilai penyelenggaraan IMF-WB 2018 sangatlah menguntungkan.

"Seluruh masyarakat Bali sangat kompak dan solid, walaupun ada demo tapi bukan dari orang Bali. Kami sangat ramah dan santun, apalagi ini bukan wisatawan biasa tapi tamu-tamu negara," katanya. 

Kata dia, justru pertemuan IMF-WB 2018 sangat bermanfaat bagi Bali mulai dari pembangunan infrastruktur yang terus didorong. Adapun berkat IMF-WB 2018, Bali memiliki underpass simpang tugu Ngurah Rai dengan nilai proyek Rp174 miliar yang berhasil memecah kemacetan di jalan menuju bandara.

Selain itu, Bandara Ngurah Rai juga berhasil memperluas apron berkat IMF-WB 2018. Hingga, pengelolaan sampah TPA Suwung yang bertahun-tahun sempat tidak selesai pengerjaannya, kini perlahan-lahan telah dikerjakan. 

"Astungkara dengan anggaran Rp250 miliar multi years dri 2017 sampai 2019 masalah kebersihan Bali teratasi, hasilnya pariwisata Bali akan tumbuh dan makin kuat pencitraannya," katanya.

Menurutnya, selain keuntungan itu, masih ada manfaat lain yang akan didapat Bali. Seperti bertambahnya lapangan kerja yang diklaim hingga 32.000 lowongan pekerjaan baru, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) naik di atas Rp1,2 triliun tahun ini, hingga pertumbuhan ekonomi naik di atas 6,5% dari kondisi sebelumnya yang tumbuh 5,9%. 

"Ini adalah anugerah buat Bali, ini adalah promosi pariwisata secara tidak langsung untuk Indonesia dan Bali khususnya. Ini promosi pariwisata gratis buat Bali, jika menggunaka APBD maka anggarannya pasti akan sangat besar," katanya.

Sementara, dia mengklaim semua delegasi memberikan apresiasi cukup bagus mengenai pengelenggaraan IMF-WB 2018 di Bali. Bahkan, beberapa delegasi terpantai telah mengunjungi beberapa destinasi Bali seperti Desa Panglipuran, Ubud, dan Tanah Lot. 

"Kami berharap nama Indonesia akan semakin harum di dunia, kita berhasil semua. Kita harapkan yang begini ada lagi di Indonesia, dan kami siap mendukungnya," katanya.

Sumber : Bisnis Indonesia