Novel Bamukmin: Minta Prabowo-Sandi, Insya Allah Masuk Surga

Sandiaga Uno, Prabowo Subianto, Joko Widodo, dan Ma'ruf Amin dalam pengambilan nomor urut capres/cawapres di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (21/9 - 2018) malam. (Reuters / Darren Whiteside)
12 Oktober 2018 22:40 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Seratusan massa yang di dominasi ibu-ibu mendeklarasikan Relawan Perempuan Prabowo di Sekretariat Nasional Prabowo - Sandiaga, Jl HOS Cokroaminoto 93, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/10/2018). Deklarasi yang diikuti ibu-ibu berpakaian serba putih dan berkerudung coklat itu diwarnai orasi sejumlah politikus.

Sejumlah tokoh hadir dalam deklarasi tersebut, diantaranya Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo - Sandiaga, Muhammad Taufik; Kadiv Bantuan Hukum dan Advokasi DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean; hingga pentolan FPI Novel Bamukmin.

Dalam sambutannya, Taufik mengatakan acara ini sebagai penguatan tekad untuk memenangkan pasangan Prabowo - Sandiaga. "Deklarasi ini diadakan untuk menguatkan tekad kita untuk memenangkan Pak Prabowo dan Sandiaga Uno," ujar Taufik di lokasi yang dilansir Suara.com.

Sementara itu, Humas Persaudaraan Alumni (PA), Novel Bamukmin, berkesempatan memimpin doa di hadapan ibu-ibu yang hadir dalam deklarasi tersebut. Dirinya sempat menyinggung mengenai pintu menuju surga.

"Bu, mau masuk surga? Minta sama Allah, minta sama Rasulullah, minta sama Prabowo, minta sama Sandiaga Uno. Betul? Takbir. Insya Allah masuk surga," kata Novel Bamukmin.

Novel Bamukmin juga menyinggung nama pengacara kontroversial Farhat Abbas dalam kesempatan tersebut. "Yang di sono, yang konci bukan sama Farhat, bukan, di sini. Masak masuk surga sama pendukung penista agama. Betul nggak? Kira-kira kalau ada orang penista agama masuk surga nggak? Ya nggak. Masak masuk surga pendukung penista agama. Ulamanya malah dikriminalisai," tuturnya.

M Taufik mengapresiasi dukungan kelompok perempuan tersebut untuk mendeklarasikan diri mendukung Prabowo-Sandiaga. "Dukungan emak-emak dalam Pilpres 2019 sangat penting mengingat jumlahnya juga sangat besar," katanya dilansir Antara.

Taufik mengatakan Prabowo Subianto adalah orang yang cerdas makanya Ketua Partai Gerindra itu bisa memilih wakil yang lebih muda umurnya. "Di mana-mana wakil harus lebih muda, masa lebih tua. Wakil itu fungsinya bisa menggantikan presidennya kalau ada halangan, jadi harus lebih muda. Pak Prabowo ini cerdas. Masa lebih tua," kata Taufik.

Sumber : Suara.com, Antara