Jabar & Jatim Dapat Penghargaan Peduli Pendidikan Berbasis TIK, Jateng Tak Masuk

Ilustrasi pendidikan berbasis TIK. (Dok - Solopos)
12 Oktober 2018 20:29 WIB Ayu Prawitasari Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Kemendikbud memberikan penghargaan kepada 5 gubernur, dua di antaranya Jabar dan Jatim, sementara Jateng tak termasuk. Penghargaan itu untuk kepedulian pemerintah daerah terhadap pendidikan berbasis teknologi informasi komunikasi (TIK).

Dua gubernur di Jawa yang mendapatkan penghargaan Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) 2018 adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Penghargaan juga diberikan kepada 7 wali kota dan 4 bupati yang berprestasi dalam memajukan TIK pendidikan di daerah masing-masing. Penghargaan tersebut diberikan oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi, pada Malam Anugerah Kihajar ke-7 tahun 2018 di Jakarta, Jumat (12/10/2018) sebagaimana dilansir di laman kemdikbud.go.id.

“Kebutuhan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan sulit dihindari. Selain tuntutan kemajuan zaman juga karena kondisi negara Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau maka TIK merupakan salah satu solusi terhadap proses pembelajaran yang bermutu. Kemendikbud memberikan apresiasi kepada daerah yang sudah berupaya keras dalam memajukan pendidikan dengan mendayagunakan TIK di wilayah,” tutur Didik.

Ada pula penghargaan untuk para pemenang Kuis Kihajar, Lomba Mobile Kihajar, Radio Peduli Pendidikan dan Kebudayaan, Ensiklomedia, Membatik (Membuat Bahan Belajar berbasis TIK), serta Duta Rumah Belajar.

“Saya mengapresiasi anak-anak yang telah mengikuti kuis Kihajar 2018. Demikian juga kepada para guru yang telah mendidik anak-anak serta kepada teman-teman di dinas pendidikan yang telah bekerja keras menyelenggarakan Kuis Kihajar di provinsi masing-masing,” ucap Didik

Anugerah Kihajar tahun 2018 mengangkat tema Pendayagunaan TIK Pendidikan dan Kebudayaan dalam Menyiapkan Generasi Milenial Menghadapi Revolusi Industri 4.0. Dengan tema tersebut diharapkan Anugerah Kihajar dapat menjadi tolok ukur perkembangan TIK untuk pendidikan di Indonesia.

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom), Gogot Suharwoto, menerangkan Anugerah Kihajar untuk gubernur, bupati/walikota diberikan sebagai penghargaan kepada pemerintah daerah yang berprestasi dalam pendayagunaan TIK untuk pendidikan, baik dalam pembelajaran maupun dalam kegiatan administrasi di sekolah, serta lembaga pemerintah yang terkait dengan pendidikan.

Proses penilaian dilakukan sejak Juni hingga Agustus 2018 oleh tim juri dari kalangan perguruan tinggi, pakar TIK, komunitas TIK, dan kalangan internal Kemedikbud, yaitu Pustekkom. Setelah melalui proses penilaian tim juri, ditetapkan nama penerima anugerah berdasarkan empat kategori yaitu: Utama; Madya; Pertama, dan Khusus.