Rupiah Menguat, Pemerintah Sebut Karena Kenaikan Harga Pertamax

Ilustrasi menghitung uang rupiah (Bisnis/Rachman)
12 Oktober 2018 17:43 WIB Rinaldi Mohammad Azka Nasional Share :

Solopos.com, DENPASAR -- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat tekanan terhadap rupiah berkurang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menuturkan kenaikan harga pertamax series menjadi salah satu penyebab penguatan rupiah.

"Ini bisa campur macam-macam [penyebab penguatan]. Kita ada acara ini [Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018], sebenarnya mestinya perbaikan harga BBM itu juga ada pengaruhnya," jelasnya di sela-sela Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018, Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018).

Dia pun menuturkan secara fiskal kondisi perekonomian Indonesia masih cukup kuat, karena dengan adanya penaikan harga minyak, fiskal mendapatkan penerimaan neto yang baik.

Darmin pun menuturkan neraca perdagangan akan membaik walaupun impor masih tinggi. "Kalau membaik ya kita perkirakan membaik tapi seberapa besar kita belum bisa bilang," jelasnya.

Nilai tukar rupiah mempertahankan reboundnya dan berakhir terapresiasi 38 poin atau 0,25% di level Rp15.197 per dolar AS pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (12/10/2018). Mata uang Garuda berhasil menguat sejak pagi tadi yang dibuka dengan penguatan 17 poin atau 0,11% ke level 15.218 per dolar AS.

Pergerakannya konsisten menguat sepanjang hari ini, meskipun pasar mata uang dunia dibayangi isu manipulasi mata uang yuan China, yang berimbas juga terhadap melemahnya yen Jepang. Sebelumnya, nilai tukar rupiah menguat 42 poin atau 0,28% ke level Rp15.193 per dolar AS, Kamis (12/10/2018).