Pernah Cerita Hoaks Penganiayaan Ratna Sarumpaet, Nanik S Deyang segera Diperiksa

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno didampingi Amien Rais memberikan keterangan pers mengenai berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet, di Jl Kertanegara, Jakarta, Rabu (3/10 - 2018). (Antara / Galih Pradipta)
12 Oktober 2018 15:35 WIB Aziz Rahardyan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Polda Metro Jaya berencana memeriksa Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Nanik S Deyang, pada Senin (15/10/2018). Dia pernah menceritakan kronologi penganiayaan Ratna Sarumpaet yang belakangan diketahui sebagai kebohongan.

Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan telah melayangkan surat pemanggilan kepada Nanik. "Penyidik sudah melayangkan surat panggilan pada hari ini [Jumat (12/10/2018)] kepada Ibu Nanik, dan [pemeriksaan] akan diagendakan pada Senin [15/10/2018] pukul 13.00 WIB," ungkap Argo.

Argo menambahkan, pemanggilan ini dilakukan sebab peran Nanik sebagai orang yang memberitahukan hoaks Ratna Sarumpaet kepada Prabowo Subianto. "Dia [Nanik] yang mememberitahukan bahwa RS dianiaya. Salah satunya pada pak Prabowo di situ. Kita akan gali nanti keterangannya seperti apa," ujar Argo.

Dengan demikian, Nanik menjadi saksi ke-5 yang dipanggil Polda Metro Jaya setelah memeriksa Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais, dokter RS Bina Estetika dr Sidik Setiamihardja, dan Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro.

Sebelumnya, Nanik S Deyang mengaku turut mendengarkan cerita Ratna Sarumpaet. Nanik menceritakan bahwa Ratna dihajar tiga orang pada 21 September di sekitar Bandara Husein Saatranegara, Bandung, Jawa Barat.

Malam itu, cerita Nanik, seusai acara konferensi dengan peserta beberapa negara asing di sebuah hotel, Ratna naik taksi dengan peserta dari Sri Lanka dan Malaysia.

“Mbak Ratna sebetulnya agak curiga saat tiba-tiba taksi dihentikan agak jauh dari keramaian. Nah, saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap, dan dihajar habis oleh tiga orang, dan diinjak perutnya,” katanya, Selasa (2/10/2018).

Setelah dipukuli, kata Nanik, Ratna dilempar ke pinggir jalan aspal sehingga bagian samping kepalanya robek. Kata dia berdasarkan pengakuan Ratna, kejadiannya sangat cepat sehingga sulit mengingat bagaimana urutan kejadiannya. Cerita itu akhirnya diakui hanya merupakan cerita bohong oleh Ratna sendiri.