Pakai Tagline "Make Indonesia Great Again", Prabowo Dituding Tak Kreatif

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno didampingi Amien Rais memberikan keterangan pers mengenai berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet, di Jl Kertanegara, Jakarta, Rabu (3/10 - 2018). (Antara / Galih Pradipta)
11 Oktober 2018 23:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menyindiri pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto soal tagline Indonesia First, Make Indonesia Great Again. Karding menyebut Prabowo meniru gaya kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Karding kemudian menganggap Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak kreatif. Bahkan iya menduga legitimasi politik Prabowo serupa dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam kampanye Pemilu AS 2016 lalu, Trump menggunakan tagline Make America Great Again.

"Bisa jadi legitimasi politik Prabowo kayak Trump. Keinginan Prabowo mencontoh Trump itu bentuk Prabowo tidak kreatif sebagai pemimpin," kata Karding di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Menurut Karding, sebagai calon presiden Indonesia, Prabowo Subianto seharusnya memiliki karakter dan prinsip sendiri. Sebagai negara yang kaya akan nilai-nilai budaya, Prabowo seharusnya tidak meniru pemimpin asing.

Tagline Indonesia First, Make Indonesia Great Again yang mirip Amerika First, Make America Great Again dinilai Karding sebagai kelatahan Prabowo karena meniru gaya kampanye Trump. "Pemimpin yang baik itu mesti punya karakter dan prinsip sendiri. Boleh belajar dari bangsa lain, tapi nggak boleh latah atau ikut-ikutan mencontoh mereka," kata dia.

Sebagai seorang pemimpin, Prabowo Subianto juga harus memiliki kebijakan tersendiri. Untuk itu dia merasa khawatir kalau Prabowo telah meniru gaya kampanye Trump kemungkinan nanti juga akan turut meniru bagaimana Trump dalam mengambil kebijkan yang kontroversial.

"Kalau hari ini mencontoh slogan dan gaya kampnye Trump, besok-besok kelakuaknnya, kita contoh kebijakannya yang banyak kontroversial dan kontra produktif," kata politikus PKB itu.

Sumber : Suara.com