Suap PLTU Riau-1: Eni Saragih Sebut Dirut PLN Terima Fee Paling Banyak

Direktur Utama PLN Sofyan Basir memberikan keterangan pers tentang penggeledahan rumahnya oleh KPK, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (16/7 - 2018). (Antara / Aprillio Akbar)
11 Oktober 2018 17:32 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Direktur Utama PLN Sofyan Basir disebut paling besar menerima bagian fee proyek PLTU Riau-1. Hal itu diungkapkan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Eni mengatakan bila proyek PLTU Riau-1 dapat dikerjakan oleh perusahaan Blackgold Natural Resource Limited, Sofyan akan mendapatkan fee paling besar.

Eni menjalani persidangan sebagai saksi dalam perkara suap PLTU Riau-1 dengan terdakwa Johannes B. Kotjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018). "Karena pekerjaan ini sudah finalisasi, saya bilang Pak Sofyan yang paling the best lah, yang paling banyak bagiannya," ujar Eni di depan majelis hakim, dilansir Suara.com.

Namun, menurut Eni, Sofyan hanya menjawab nantinya pembagian fee dibagi secara bersama. Namun dia tak menjelaskan ke siapa saja fee tersebut akan diterima. "Pak Sofyan bilang nggak lah. Saat itu ya udah nanti kita bagi bertiga yang sama," ujar Eni

Eni menambahkan pertemuan dengan Sofyan Basyir sudah dilakukan berulang kali untuk pembahasan proyek PLTU Riau-1. Untuk urusan fee juga dibicarakan di Hotel Fairmont, Jakarta, sekitar akhir 2017. Namun, Eni tak menyebutkan berapa jumlah fee yang akan dibagikan tersebut.

"Waktu itu memang disampaikan kalau ada rezeki, memang tidak spesifik bilang kalau ada rezeki. Tapi, beliau (Sofyan) karena Bu Eni yang fight harus dapat yang the best lah," ungkap Eni.

Eni Saragih mengungkap pertemuannya dengan Sofyan Basir di rumah Setya Novanto. "Iya lupa tanggalnya setelah balik lagi jadi Ketua DPR mungkin 2016," Eni dilansir Antara.

Eni menjadi saksi untuk terdakwa Johannes Budisutrisno Kotjo yang merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. Dalam pertemuan itu, kata Eni, juga dihadiri oleh Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN Supangkat Iwan Santoso.

"Pak Novanto, Sofyan Basir, dan Pak Iwan," kata Eni soal siapa yang hadir dalam pertemuan di kediaman Novanto itu.

Dalam pertemuan itu, ungkap Eni, Sofyan menyatakan bahwa proyek PLTU di Pulau Jawa sudah "penuh". "Jawa sudah 'penuh tetapi kalau di luar Jawa dipastikan bisa, menurut Pak Sofyan Basir," ungkap Eni.

Sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa KPK menyebutkan bahwa Setya Novanto meminta proyek PLTGU Jawa III kepada Sofyan Basir. Namun Sofyan menjawab jika PLTGU Jawa III sudah ada kandidat, namun untuk pembangunan PLTU Riau-1 belum ada kandidatnya.

Kotjo didakwa menyuap Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham yang saat itu Plt Ketua Umum Partai Golkar senilai Rp4,75 miliar. Tujuannya adalah agar Eni membantu Kotjo untuk mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang RIAU-1 (PLTU MT RIAU-1) antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd, dan China Huadian Engineering Company (CHEC), Ltd.

Sumber : Suara.com, Antara