Harga Premium Mendadak Batal Naik, Istana Buka Suara

Warga mengambil BBM di salah satu SPBU di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9 - 2018). (Antara/Rolex Mahala)
11 Oktober 2018 05:30 WIB David Eka Issetiabudi Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Pihak Istana Kepresidenan buka suara terkait wacana kenaikan harga Premium yang diungkapkan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dan akhirnya ditunda. Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya sejumlah pertimbangan meskipun kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mendesak dilakukan.

Staf Khusus Presiden Ahmad Erani Yustika mengatakan, Presiden Jokowi menghendaki adanya kecermatan di dalam mengambil keputusan, termasuk juga menyerap aspirasi publik. Menurutnya, dalam kebijakan harga BBM, Presiden memberikan pertimbangan khusus.

“Presiden meminta Kementerian ESDM menghitung secara cermat dinamika harga minyak internasional, termasuk neraca migas secara keseluruhan,” tuturnya, Rabu (10/10/2018).

Selain itu, lanjut Erani, Presiden Jokowi meminta Kementerian Keuangan menganalisis kondisi fiskal secara keseluruhan agar tiap kebijakan yang dikeluarkan, termasuk harga BBM jenis Premium, tetap dalam koridor menjaga kesehatan fiskal.

Terakhir, Presiden ingin memastikan daya beli masyarakat tetap menjadi prioritas dari setiap kebijakan yang diambil. “Demikian pula fundamental ekonomi tetap dijaga agar ekonomi tetap bugar,” katanya.

Terpisah, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Kementerian dan Lembaga Adita Irawati, mengatakan sejauh ini sikap Istana disampaikan oleh Erani. Dia tidak memberikan jawaban apakah Presiden akan memberikan pernyataan resmi terkait kepastian penyesuaian harga Premium.

“Sementara pernyataan Istana dari Pak Erani,” katanya dalam pesan singkat.