Duit Pemprov DKI, Ratna Sarumpaet Kemungkinan Cuma Kembalikan Rp19,8 juta

Aktivis Ratna Sarumpaet tiba di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (4/10 - 2010). (Antara / Akbar Nugroho Gumay)
10 Oktober 2018 15:33 WIB Feni Freycinetia Fitriani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ratna Sarumpaet, tersangka kasus kabar bohong atau hoaks, terancam tak bisa mengembalikan dana sponsor sebesar Rp70 juta dari Pemprov DKI Jakarta. Dana sponsor itu semestinya diberikan ke Ratna untuk menghadiri The 11th Women Playrights International Conference di Chile, pada 7-12 Oktober 2018.

Pelaksana Tugas ( Plt) Kepala Dinas Pariwisata DKI Asiantoro mengatakan dana tersebut telah ditransfer ke Ratna sejak 28 September. Sebagian dari uang Rp70 juta itu sudah digunakan untuk melunasi tiket pesawat pulang-pergi Jakarta-Chile.

"Tiket pesawat diperoleh juga dengan yang promo jadi [harganya] murah. Namun, tiket promo ada konsekuensinya kalau tak jadi berangkat [uang pembelian tiket] tidak akan bisa dikembalikan," katanya, Rabu (10/10/2018).

Dia menuturkan dana harus dikembalikan meliputi uang tiket perjalanan, uang harian, dan asuransi perjalanan. Adapun, rinciannya antara lain uang saku sebesar Rp19,8 juta, biaya asuransi perjalanan sebesar Rp526.000 dan tiket pesawat pulang pergi Jakarta-Santiago Chile sebesar Rp50,3 juta.

Asiantoro melanjutkan kemungkinan besar dana sponsor yang akan dikembalikan hanya uang saku sebesar Rp19,8 juta. Tiket pesawat hangus karena tidak dapat di-refund oleh maskapai penerbangan Turkish Airlines. Dinas Pariwisata sudah menginformasikan hal tersebut kepada pihak Ratna Sarumpaet.

"Bu Ratna sudah oke kok, nanti sisanya akan ditransfer. Kami sudah kontak ke kuasa hukum. Tinggal ditunggu saja intinya sudah ada komunikasi," jelasnya.

Sesuai disposisi Gubernur DKI Anies Baswedan, Pemprov DKI menanggung uang tiket, akomodasi, hingga uang saku Ratna Sarumpaet senilai Rp 70 juta. Seperti diketahui,  Ratna ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis malam (4/10/2018).

Polisi telah menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka penyebaran berita bohong atau hoaks. Ratna sempat membuat heboh media sosial dengan penampakan wajahnya yang bengkak.

Para koleganya di tim pemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menyebut bahwa Ratna dikeroyok di sekitar Bandara Husein Sastranegara Bandung pada 21 September 2018. Padahal, wajahnya lebam-lebam akibat suntik lemak atau operasi plastik.

Ratna dinilai melanggar Pasal 14 UU No 1/1946 tentang Peraturan Pidana Hukum dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 28 juncto Pasal 45 dengan ancaman 10 tahun.

Nama Ratna Sarumpaet tak lagi ada dalam daftar Senior Advisor Women Playwrights International Conference 2018 yang digelar di Santiago, Chile. Sebelumnya, Ratna mengklaim hendak pergi ke Chile menggunakan dana sumbangan Pemprov DKI Jakarta senilai Rp70 juta karena diundang sebagai penasihat senior (Senior Advisor) WPIC 2018.

Dalam newsletter WPIC 2018 yang diterbitkan panitia acara bulan Oktober 2018, tak ada nama Ratna Sarumpaet dalam deretan Senior Advisor WPIC 2018 Santiago de Chile. Dalam barisan Seniors Advisors WPIC 2018, hanya satu nama dari wilayah Asia, persisnya India, yakni Jyoti Mhapsekar.

Selain Jyoti, nama-nama yang termasuk Seniors Advisors acara itu ialah Anna kay France (USA), Kynn Hayes (USA), Linda Parris Bailey (USA), Julie Holledge (UJ/Australia), Sandra Shotlander (Australia), Lene Therese Teigen (Norway), dan Chaterine Fitzgerald (Australia). Penelusuran sebelumnya, dalam newsletter lain yang diterbitkan bulan Agustus 2018, masih ada nama Ratna Sarumpaet.