Amien Rais Penuhi Panggilan Polisi: Ini Kriminalisasi!

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno didampingi Amien Rais memberikan keterangan pers mengenai berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet, di Jl Kertanegara, Jakarta, Rabu (3/10 - 2018). (Antara / Galih Pradipta)
10 Oktober 2018 11:15 WIB Septina Arifiani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mendatangi Polda Metro Jaya Jakarta, Rabu (10/10/2018) pukul 10.00 WIB untuk memenuhi panggilan polisi. Sebelum memasuki gedung, Amien di depan awak media memberikan beberapa kejanggalan terkait pemanggilannya. 

Pertama, Amien Rais merasa janggal dengan surat pemanggilannya yang tertulis pada 2 Oktober 2018, padahal Ratna Sarumpaet ditangkap pada 4 Oktober. Ia merasa ada kriminalisasi pada dirinya. Padahal Amien datang untuk memberikan keterangan terkait kasus kebohongan yang melibatkan Ratna Sarumpaet. 

Amien Rais juga merasa penulisan namanya kurang lengkap. Mantan ketua MPR tersebut mempertanyaan surat pemanggilan yang hanya tertulis Amien Rais, padahal ia memiliki nama lengkap Muhammad Amien Rais. 

“Apakah alergi dengan nama Muhammad, Wallahu A’alam,” kata Amien Rais sebagaimana dipantau Solopos.com dari Breaking News TV One, Rabu. 

Paling mengejutkan adalah pernyataan Amien yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencopot Kapolri Tito Karnavian. Soal penyebabnya, Amien merasa sudah banyak yang memahami sehingga ia tak perlu lagi menjelaskannya. 

“Ternyata saya tidak perlu menjelaskan lagi karena saya yakin sudah banyak yang mengetahuinya,” kata Amien.