Sel Ratna Sarumpaet Digeledah, Ini yang Didapatkan Petugas

Ratna Sarumpaet (kanan) di rumhanya, Bukit Duri, Jakarta, Rabu (3/10 - 2018), mengklarifikasi bahwa pemberitaan penganiyaan terhadap dirinya adalah bohong. (Antara / Galih Pradipta)
09 Oktober 2018 20:40 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Petugas piket menemukan dua unit telepon selular atau handphone di ruang tahanan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang dihuni tersangka penyebar kebohongan Ratna Sarumpaet.

"Saat penggeledahan ditemukan dua handphone," kata Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Barnabas saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Barnabas menuturkan petugas piket Rutan Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggeledah ruang tahanan pada Minggu (7/10/2018). Namun Barnabas menjelaskan salah satu telepon seluler itu diduga milik penghuni yang tinggal dalam satu sel dengan Ratna Sarumpaet.

"Satu teman sekamar dia [Ratna Sarumpaet]," ujar Barnabas.

Barnabas enggan berspekulasi dan menjawab perempuan aktivis berusia 70 tahun itu menggunakan telepon seluler di ruang tahanan atau tidak. Perwira menengah kepolisian itu menuturkan petugas menggeledah seluruh ruang tahanan secara rutin sesuai standar prosedur dan aturan berlaku.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, memastikan penggeledahan sel Ratna Sarumpaet (RS) sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP). Argo menegaskan penggeledahan itu dilakukan bukan karena ada isu bahwa Ratna masih bermain Twitter di tahanan.

"Itu memang SOP dari Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti). Operasi [penggeledahan] bukan hanya untuk bu Ratna saja," ungkap Argo pada Bisnis/JIBI, Selasa (9/10/2018).

Argo berkata bahwa penggeledahan bukan disebabkan isu bahwa Ratna Sarumpaet masih bisa bermain telepon genggam dan mengakses sosial media Twitter di dalam sel.  "Sel bu Ratna tidak sendiri, banyak teman-temannya, orangnya banyak. Kemarin sudah kita lakukan [penggeledahan] sebab tidak boleh ada sajam [senjata tajam], dan handphone," ujar Argo.

Sumber : Antara