Polisi: Isu Atiqah Diperkosa Jika Ratna Sarumpaet Ngaku Dianiaya Hoaks

Ratna Sarumpaet memberikan klarifikasi terkait pemberitaan penganiyaan terhadap dirinya di Kediaman Ratna Sarumpaet, Kawasan Bukit Duri, Jakarta, Rabu (3/10 - 2018). (Antara / Galih Pradipta)
09 Oktober 2018 16:36 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Polisi menegaskan bahwa isu artis Atiqah Hasiholan diancam akan diperkosa apabila ibundanya, Ratna Sarumpaet, mengakui sebagai korban penganiayaan, adalah hoaks alias kabar bohong. Isu itu sudah beredar cukup lama dan tidak jelas siapa pembuatnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memastikan jika ancaman pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Atiqah itu adalah kabar bohong alias hoaks. "[isu ancamam terhadap Atiqah] tidak benar," kata Argo, Selasa (9/10/2018), dilansir Suara.com.

Argo mengaku kabar ancaman terhadap Atiqah melalui pesan berantai di media sosial sudah beredar sejak lama. Namun, Argo tak menjelaskan siapa pihak yang menyebarkan isu tersebut. "Itu [kabar ancaman terhadap Atiqah] sudah lama ya," kata dia.

Dilansir Suara.com, kabar ancaman pemerkosaan terhadap Atiqah itu awalnya beredar di percakapan grup WhatsApp pendukung capres – cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Dalam obrolan di grup WhatsApp itu, disebutkan Ratna Sarumpaet benar-benar dianiaya. Namun, diisukan ada pihak yang menekannya, bahkan mengancam memerkosa serta membunuh sang putri, Atiqah Hasiholan, kalau Ratna berani membeberkan perkara tersebut.

Berikut isi pesan berantai di grup WhatsApp yang merupakan hoaks itu:

"WA dari teman kita: Gue udah telp X ajudan PS penganiayaan itu memang terjadi cuman ratna ditekan sama pemerintah, dia di bawah ancaman, Atika Hasiholan mau dibunuh dan diperkosa di depan Ratna. Info Ring 1 Valid."

Terkait kabar itu, pengacara Ratna, Insank Nasrudin, juga telah menyebutkan jika ancaman pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Atiqah adalah kebohongan semata. "Tidak, tak ada begitu. Saya pastikan itu hoaks," kata Insank saat dihubungi Suara.com, Minggu (7/10/2018).

Insank menjelaskan, sikap Ratna Sarumpaet yang mengakui kebohongannya mengenai penganiayaan adalah murni atas dasar hati nurani, bukan dalam tekanan pihak lain. Dia meyakini, sang klien memang sudah ingin mengakhiri kebohongan yang dibuat karena membuat gaduh publik.

"Ya, itu murni keinginan beliau untuk jujur mengenai kebohongannya. Tak ada kabar anaknya mau diperkosa seperti itu, hoaks," ungkap Insank.

Sumber : Suara.com