Polisi Salah Tulis Nama Lagi, Amien Rais Belum Pasti Datang

Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) dan Sandiaga Uno (kanan) didampingi Dewan Penasehat BPN Amien Rais (kiri) memberikan keterangan pers mengenai berita bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet, di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta, Rabu (3/10). - Antara
09 Oktober 2018 16:00 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mempertimbangkan untuk kembali mendatangi Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

Penasihat hukum Amien, Wa Ode Nur Zaenab, mengatakan bahwa  Amien Rais mempertimbangkan menghadiri pemeriksaan polisi karena surat yang dilayangkan salah nama.

“[tertulis] Atas nama 'Amin Rais' bukan 'Amien Rais'. Hukum ini kan harus ada kepastian. Pinsipnya beliau tidak ada problem jika dipanggil sebagai warga negara yang baik. Cuma di sisi lain jadi pertimbangan kita dan lawyer soal kepastian subjek hukum ini,” katanya saat dihubungi Bisnis/JIBI, Selasa (9/10/2018).

Kesalahan penulisan nama itu juga terjadi dalam surat pemanggilan pertama. Faktor tersebut pula yang menjadi alasan mantan Ketua Majelis Permusyawaratan (MPR) ini tidak menghadiri panggilan Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus Ratna Sarumpaet.

Ramainya kasus ini, kata Wa Ode, membuat banyak pengacara menaruh perhatian untuk mendukung Amien. “Kita tahu ada 300 lebih pengacara yang siap mendampingi Pak Amien,” ungkapnya. Dari ratusan pendamping, Wa Ode dan Maulana Bungaran menjadi penanggung jawab kasus ini.

Amien Rais dipanggil Polda Metro Jaya dalam kapasitas sebagai saksi kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet.  Kasus ini membuat Ratna Sarumpaet terpental dari jajaran juru kampanye nasional Timses Prabowo-Sandiaga.

Berawal dari informasi Ratna Sarumpaet bahwa wajahnya bengkak karena dianiaya 3 orang tak dikenal saat berada di Bandung pada 21 September 2018. Ternyata, dari penelusuran polisi bahwa kabar penganiayaan itu adalah hoaks. Polisi pun menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka.