Sel Ratna Sarumpaet Digeledah, Polisi Bantah karena Isu Main Twitter

Ratna Sarumpaet (kanan) tiba di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (4/10 - 2018) malam. (Antara / Akbar Nugroho Gumay)
09 Oktober 2018 15:31 WIB Aziz Rahardyan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, memastikan penggeledahan sel Ratna Sarumpaet (RS) sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP). Argo menegaskan penggeledahan itu dilakukan bukan karena ada isu bahwa Ratna masih bermain Twitter di tahanan.

"Itu memang SOP dari Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti). Operasi [penggeledahan] bukan hanya untuk bu Ratna saja," ungkap Argo pada Bisnis, Selasa (9/10/2018).

Argo berkata bahwa penggeledahan bukan disebabkan isu bahwa RS masih bisa bermain telepon genggam dan mengakses sosial media Twitter di dalam sel.  "Sel bu Ratna tidak sendiri, banyak teman-temannya, orangnya banyak. Kemarin sudah kita lakukan [penggeledahan] sebab tidak boleh ada sajam [senjata tajam], dan handphone," ujar Argo.

Sementara itu, dalam penyidikan, Ratna Sarumpaet menyebut nama Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dalam penyidikan di Polda Metro Jaya. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono terkait perkembangan kasus itu. 

"Tersangka Ratna Sarumpaet menyebut nama Said. Nanti, kami periksa keterangan tersangka Ratna tentang adanya pertemuan, memberitahukan kepada siapa, yang namanya nanti kami periksa sebagai saksi terhadap tersangka," ujar Argo di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Argo menuturkan Said Iqbal sudah datang pada pukul 10.20 WIB dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan. Said berada di Polda Metro Jaya didampingi tim pengacaranya. Hingga berita ini diturunkan, Said masih diperiksa oleh pihak penyidik.

Selain pemeriksaan terhadap Said Iqbal, Argo mengatakan pihak penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap pendiri dan pemilik RSK Bina Estetika, dr. Sidik Setiamihardja. Nama terakhir adalah orang yang bertanggungjawab dalam operasi bedah plastik Ratna Sarumpaet.