Guru Bahasa Indonesia Harus Ajarkan Sastra Klasik

Ilustrasi kegiatan belajar di sekolah (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
09 Oktober 2018 15:13 WIB Ayu Prawitasari Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta guru bahasa Indonesia mengajarkan sastra klasik kepada para siswa melalui pengetahuan dan praktik.

Menurut Mendikbud, karya sastra kaya dengan nuansa yang mencerdaskan siswa. "Saya mendorong guru Bahasa dan Sastra Indonesia memperbanyak pengajaran sastra, tapi bukan sastra dalam arti pengetahuan, namun sastra yang dipraktikkan. Sastra ini sangat kaya nuansa mencerdaskan," kata Muhadjir seusai membuka Kongres Asosiasi Guru Bahasa dan Sastra Indonesia (AGBSI) 2018 di Hotel Golden Boutique, Jakarta, Senin (8/10/2018) malam, seperti dilansir laman kemendikbud.go.id, Selasa (9/10/2018).

Mendikbud menekankan pentingnya guru Bahasa Indonesia mengembalikan tradisi bersastra, terutama membaca dan memeragakan karya-karya sastra klasik. "Jadi dalam penerapannya, tidak boleh ada siswa yang tidak membaca karya siapa [sastrawan] yang dianggap klasik. Kalau di negara barat misalnya Shakespeare," tambah dia.

Selain mengajarkan sastra, guru Bahasa Indonesia memang harus punya kemampuan mayor, yakni mengajarkan bahasa Indonesia. Sementara itu, kemampuan minornya adalah penguasaan bahasa asing dan bahasa daerah. Kemampuan berbahasa asing dan daerah menjadi penghubung antarbahasa.

Khusus penguasaan bahasa daerah, guru sebagai pengajar juga menjadi agen untuk melestarikan bahasa daerah. "Yang bisa melestarikan bahasa daerah, ya guru Bahasa Indonesia," ujarnya.

Muhadjir mendorong organisasi asosiasi guru, termasuk AGBSI, segera menyusun dan menetapkan kode etik profesi guru serta membentuk dewan profesi. Organisasi asosiasi profesi harus mampu menjaga martabat profesi.

"Asosiasi profesi itu yang mengawasi kerja sejawatnya. Seorang profesional harus memiliki harga diri dan kebanggaan atas profesinya, keahliannya. Jika ada pelanggaran dalam praktik profesi, dewan profesi yang melakukan pembinaan," kata dia.

Mendikbud berharap organisasi profesi guru seperti AGBSI terus membina dan melatih guru. AGBSI juga diharapkan terus mendorong profesionalisme guru, baik dari aspek keilmuan, kualitas pembelajaran, serta tanggung jawab sosial.