Program Pengembangan Guru Antar Indonesia Raih Penghargaan UNESCO

Ilustrasi kegiatan di lembaga PAUD. (Dokumen Solopos)
09 Oktober 2018 05:30 WIB Ayu Prawitasari Nasional Share :

Solopos.com, PARIS — Indonesia menerima penghargaan dari UNESCO-Hamdan bin Rashid Al-Maktoum Prize-atas kinerja pemerintah di bidang peningkatan kompetensi guru periode 2017-2018, mengalahkan 150 nominee dari berbagai negara lain.

Penghargaan untuk program Pendidikan dan Pelatihan (diklat) Guru Berjenjang itu diserahkan Menteri Pendidikan Uni Emirat Arab (UEA) didampingi Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, pada 5 Oktober 2018 di UNESCO House, Paris Prancis, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Guru Sedunia 2018.

Dilansir laman Kemendikbud.go.id, Sabtu (6/10/2010), dalam acara penganugerahan Hamdan Prize ini, Indonesia diwakili Direktur Pembinaan Guru PAUD dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud, Abdoellah. Hadir juga dalam acara ini Duta Besar/Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO, Hotmangaradja Pandjaitan.

Dua nominasi lain yang juga memperoleh penghargaan serupa adalah Center for Mathematics of University of Chile (Chile) dan Fast Track Transformational Teacher Training Program yang diimplementasikan di Ghana (Inggris). Ketiga pemenang berhak atas pendanaan senilai USD100.000 untuk pengembangan lebih lanjut masing-masing program.

Program Diklat Berjenjang mulai dikembangkan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak 2010. Program ini berfokus pada pengembangan dan peningkatan kompetensi guru pada pendidikan anak usia dini (PAUD), khususnya guru PAUD daerah-daerah terpencil di Indonesia melalui pemberdayaan sumber daya manusia (SDM).

Program ini ditetapkan sebagai salah satu dari tiga penerima penghargaan Hamdan Prize yang mengalahkan 150 nominasi lainnya dari berbagai negara anggota UNESCO. Tim penilai terdiri atas 5 juri independen yang merupakan pakar pendidikan internasional.