Korupsi Pelabuhan Sabang: Gubernur Nonaktif Aceh Irwandi Yusuf Kembali Jadi Tersangka

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan pascaterjaring operasi tangkap tangan (OTT), di gedung KPK, Jakarta, Kamis (5/7 - 2018). (Antara / Reno Esnir)
08 Oktober 2018 20:30 WIB Rahmad Fauzan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf kembali menjadi tersangka. Kali ini, KPK menetapkan Irwandi sebagai tersangka untuk kasus korupsi pelaksanaan pembangunan dermaga pelabuhan Sabang.

Irwandi Yusuf bersama-sama dengan satu tersangka lainnya, yakni Izil Azhar, diduga menerima gratifikasi terkait jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban dan tugasnya sebagai Gubernur Aceh periode 2007-2012.

"Total dugaan gratifikasi yang diterima sebesar sekitar Rp32 miliar. Dan IY diduga tidak melaporkan penerimaan tersebut pada Direktorat Gratifikasi KPK," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (8/10/2018).

Sejauh ini KPK sudah menyita Rp4,3 miliar uang milik Irwandi Yusuf, baik yang diduga terkait dugaan suap dan gratifikasi yang disangkakan kepadanya. Kasus pembangunan Dermaga Bongkar Pada Kawasan Perdagangan Bebas dan pelabuhan bebas Sabang yang dibiayai oleh APBN Tahun Anggaran 2006-2011 tersebut pertama kali disidik KPK pada 2013.

Dari total nilai proyek Rp793 miliar, diduga terjadi kerugian negara sekitar Rp313 miliar. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan enam tersangka dan empat di antaranya sudah divonis bersalah oleh Majelis Hakim Tipikor Jakarta. Sementara itu, dua tersangka terakhir merupakan korporasi, yakni PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati, dan saat ini masih dalam proses penyidikan.

Atas perbuatannya, Irwandi Yusuf dan Izil Azhar disangkakan melanggar Pasal 12B UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.