8 Megaproyek Diteken di Annual Meeting IMF-World Bank Group Bali

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (dari kiri) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, dan Sekjen Kementerian Perhubungan Djoko Sasono menyaksikan Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) (PII) Armand Hermawan, Direktur Utama PT Air Semarang Barat Immanuel Ria Swarna, dan Direktur Utama PDAM Tirta Moeda Mohammad Farchan melakukan penandatangan proyek KPBU SPAM Semarang Barat. - Bisnis/Abdullah Azzam
08 Oktober 2018 19:30 WIB M. Nurhadi Pratomo Nasional Share :

Solopos.com, DENPASAR — Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan lembaga di bawah Kementerian Keuangan memfasilitasi penandatanganan dan peluncuran delapan proyek di sela-sela rangkaian Annual Meetings IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018).

Dalam kesempatan tersebut, terdapat beberapa kerja sama proyek yang diteken BUMN dan lembaga di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Pertama, penandatanganan head of agreement (HOA) proyek kerja sama pemerintah dan Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum (KPBU SPAM), Semarang. PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) akan bertindak sebagai pelaksana project development facility (PDF), yaitu fasilitas yang disediakan oleh Kemenkeu untuk membantu penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK) menyusun kajian prastudi kelayakan, dokumen lelang, mendampingi dalam transaksi proyek hingga mencapai pembiayaan dari lembaga pembiayaan (financial close).

Kedua, dilakukan peluncuran proyek satelit multi fungsi senilai Rp6,7 triliun. Dalam proyek tersebut, Menteri Keuanganb Sri Mulyani berperan sebagai lead transaction advisor berkolaborasi dengan PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII) dalam penjaminan serta mendapatkan fasilitas availaibility payment dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Ketiga, proyek KPBU Preservasi jalan nasional non-tol ruas Sumatra Selatan dengan nilai investasi Rp1,35 triliun. Saat ini, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah menyampaikan usulan penjaminan kepada PII untuk meningkatkan bankability proyek.

Keempat, proyek KPBU Kereta Api Makassar Pare-Pare dengan nilai investasi Rp1,1 triliun. PII memberikan dukungan penjaminan availability payment atas dan risiko terminasi yang kini telah menyelesaikan tahap proposal.

Kelima, proyek KPBU Pengembangan Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo. Pekerjaan tersebut bernilai Rp1,1 triliun yang saat ini dalam proses penyiapan untuk mendapatkan penjaminan dari PII.

Keenam, penandatanganan fasilitas pendanaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) UKM ekspor kepada PT Gema Ista Raya.  Pembiayaan yang didapat akan digunakan Gema Ista Raya untuk melakukan penetrasi ekspor dan mengembangkan usaha.

Ketujuh, penandatanganan kesepahaman antara LPEI dan  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. pada Financing Support of Construction Business in Africa through National Interest Account Program (NIA). Fasilitas yang diberikan akan digunakan untuk membiayai pembangunan konstruksi yang dilakukan oleh Wijaya Karya di Kawasan Afrika.

Kedelapan, penandatanganan nota kesepahaman bersama dengan konsorsium Cikunir—Ulujami yang terdiri atas PT Nusantara Infrastructure Tbk., PT Acset Indonusa Tbk., dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. dalam pembiayaan prakarsa pengusahaan jalan tol. Rute yang akan dibangun yakni Cikunir sampai dengan Ulujami menjadi Jakarta Outer Ring Road Elevated atau JORR III.