Anggaran Pertemuan IMF-Bank Dunia Dikritik Kubu Prabowo, Ini Jawaban Jokowi

Sistem ganjil genap mulai diterapkan mulai hari ini Minggu (7/10/2018) pada sejumlah simpang jalan di Bali selama Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018. - Bisnis/Ni Putu Eka Wiratmini
08 Oktober 2018 17:00 WIB Ropesta Sitorus Nasional Share :

Solopos.com, MEDAN -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa persiapan Indonesia menggelar Pertemuan Tahunan (Annual Meeting) IMF-Bank Dunia di Bali sudah sepenuhnya siap. Dia juga memastikan bahwa penyelenggaraan acara bertaraf internasional ini mampu menguntungkan Indonesia.

"Annual meeting sebesar itu, 15.000 [orang] yang datang, menjadi rebutan semua negara. Karena meeting seperti itu pasti memiliki dampak paling tidak memberikan citra yang baik terhadap negara yang dipakai untuk pertemuan itu," kata Jokowi seusai menghadiri Dies Natalis ke-66 Universitas Sumatra Utara (USU) ke Auditorium Kampus USU, Medan, Senin (8/10/2018).

Jokowi juga menangkis terkait tudingan sejumlah pihak bahwa perhelatan tersebut merupakan pemborosan anggaran negara. Menurutnya, para delegasi yang datang juga mengeluarkan biaya untuk membayar akomodasi hingga biaya makan selama acara berlangsung.

Dia meluruskan pandangan sejumlah pihak terkait dengan anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk acara tersebut. Menurutnya, sebagian besar anggaran yang dialokasikan justru digunakan untuk perbaikan dan menunjang infrastruktur di Bali selaku tuan rumah.

Investasi pada perbaikan dan peningkatan infrastruktur tersebut pada akhirnya akan dinikmati sendiri oleh masyarakat Bali dan Indonesia secara umum. "Anggaran itu dipakai untuk memperluas apron di Bandara Bali, membuat terowongan di persimpangan yang ada di Bali sehingga tidak macet. Artinya setelah itu akan kita gunakan terus,  bukan sesuatu yang hilang," ujarnya.

Selain itu, dengan hadirnya para partisipan yang dalam laporan terakhir bahkan telah mencapai kurang lebih 34.000 orang diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap peningkatan kunjungan wisata dan penerimaan devisa.

"Kita harapkan ini justru akan memperkuat promosi kita untuk tempat-tempat wisata yang ada di Bali dan Indonesia. Saya kira arahnya ke sana. Ini sama kok dengan pertemuan-pertemuan besar yang lain yang menjadi rebutan negara-negara lain," ucap Presiden.