Gerindra Yakin Hoax Ratna Sarumpaet Malah Naikkan Elektabilitas

Ratna Sarumpaet (kanan) tiba di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (4/10 - 2018) malam. (Antara / Akbar Nugroho Gumay)
08 Oktober 2018 06:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ratna Sarumpaet ditangkap polisi lantaran membuat berita bohong alias hoaks. Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria yakin kebohongan Ratna Sarumpaet tidak akan berimbas pada elektabilitas suara pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi. Dia optimis dengan adanya kejadian tersebut akan menaikkan suara pasangan nomor urut 02.

"Enggak akan berdampak pada elektabilitas Prabowo-Sandi. Justru bisa menaikkan karena orang mengerti bahwa Probowo orang yang berjiwa besar," kata Riza di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Jumat (5/10/2018) sebagaimana dikutip Liputan6.com.

Dia mengklaim masyarakat sudah tahu sosok Prabowo tidak berlebihan dan berjiwa besar. Sehingga dia yakin elektabiliats Prabowo-Sandi akan meningkat.

"Probowo orang yang berjiwa besar. Yang suportif, yang berani meminta maaf. Orang yang terbuka dan transparan tidak pakai pencitraan, Pak Jokowi itu kalau BBM turun, dia ngumumin, kalau BBM naik, enggak pernah mau ngumumin. Nah itu bedanya. Kalau prabowo ada kesalahan, dia tampil ke depan," ungkap Riza.

Diketahui sebelumnya Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar menjelaskan pengakuan Ratna ini berpotensi menurunkan elektabilitas pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi. Pasalnya Ratna sebelumnya tercatat sebagai juru kampanye nasional pasangan ini.

"Kalau melihat potensi, pasti ada potensi penurunan (elektabilitas) dengan kasus ini," jelas peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis 4 Oktober 2018.

Rully mengatakan pihaknya belum bisa memprediksi sebesar apa potensi penurunan karena survei belum dilakukan. Ia akan memotret permasalahan ini dalam survei yang akan datang.

"Jadi nanti akan kita lihat lagi ke depan mengenai hasil riset kita apakah ini akan turun atau tidak. Tapi yang pasti bahwa kasus ini sudah mencederai demokrasi, dalam artian bahwa kebohongan publik atau hoaks adalah sebuah kesalahan yang fatal dan pasti akan ada hukuman publik terhadap itu. Apakah ini berpengaruh terhadap angka elektabilitas dari calon itu sendiri, ya nanti kita potret dalam survei ke depan," paparnya.

Sumber : Liputan6.com