Ini Kata Pengacara Soal Duit Pembayaran Oplas Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet memberikan klarifikasi terkait pemberitaan penganiyaan terhadap dirinya di Kediaman Ratna Sarumpaet, Kawasan Bukit Duri, Jakarta, Rabu (3/10 - 2018). (Antara / Galih Pradipta)
06 Oktober 2018 18:40 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Pihak Ratna Sarumpaet angkat bicara soal pembayaran biaya operasi plastik di Rumah Sakit Bina Estetika. Insank Nasruddin, pengacara Ratna Sarumpaet, mengatakan kliennya tak membayar operasi plastik menggunakan uang sumbangan publik untuk korban kapal tenggelam di Danau Toba.

Sebelumnya, polisi mengatakan akan menyelidiki uang yang digunakan oleh Ratna untuk membiayai operasi plastiknya di RS Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat, pada 21 September lalu.

Dari beberapa dokumen yang tersebar di media sosial memperlihatkan bahwa rekening yang digunakan Ratna untuk membayar tagihan operasi plastiknya sama dengan rekening penggalangan bantuan untuk korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Toba Juni lalu.

"Tidak ada yang terkait rekening itu," kata Insank, Sabtu (6/10/2018), dilansir Suara.com.

Insank mengatakan Ratna Sarumpaet memakai uang pribadi untuk menjalani operasi plastik. Menurutnya, selama pemeriksaan Ratna tidak pernah diperiksa penyidik seputar masalah rekening.

"Yang pasti bahwa penggunaan biaya untuk operasi, murni dana pribadi dari Ibu RS [Ratna Sarumpaet]. Belum ada dalam pemeriksaan hal seperti itu," tegas dia.

Sebelumnya, Mabes Polri mengkonfirmasi rekening yang digunakan Ratna Sarumpaet membiayai operasi plastik. Polri menyebutkan rekening tersebut identik dengan rekening penggalangan dana bantuan musibah kapal tenggelam di Danau Toba.

“Penyidik menemukan beliau melakukan pembayaran di rumah sakit dengan menggunakan rekening itu. Kalau dibuka di internet, beliau menggunakan rekening itu untuk [pengumpulan] dana di Danau Toba,” tutur Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto di Jakarta, Kamis (4/10/2018), dilansir Bisnis/JIBI.

Ratna tercatat tiga kali melakukan debet dengan total Rp90 juta untuk membiayai bedah plastik di RS Khusus Bedah Bina Estetika. Ratna diperiksa polisi karena diduga menyebarkan berita bohong atau hoax. Ratna mengklaim dianiaya oleh sejumlah orang di Bandung, tetapi belakangan mengaku bahwa dirinya baru saja menjalani operasi wajah.

Setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, polisi resmi menahan Ratna Sarumpaet pada Jumat malam (5/10/2018). Penahanan ini dilakukan hingga 20 hari ke depan.

Dalam kasus ini, Ratna Sarumpaet terancam di penjara 10 tahun. Dia dijerat Pasal 14 UU No 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 Juncto Pasal 45 UU No 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektonik.

Sumber : Suara.com, Bisnis/JIBI