Pengacara Bantah Ratna Sarumpaet ke Chile untuk Kabur

Ratna Sarumpaet (kanan) tiba di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (4/10 - 2018) malam. (Antara / Akbar Nugroho Gumay)
05 Oktober 2018 16:01 WIB Gloria Fransisca Katharina Lawi Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kuasa hukum mengaku yakin Ratna Sarumpaet bersifat koorperatif dan tidak ada keinginan melarikan diri ke Chile. Dia menampik dugaan Ratna melarikan diri terkait keberangkatannya ke Chile yang digagalkan polisi.

Pengacara Ratna Sarumpaet, Insank Nasrudin, mengklaim kliennya bersikap sangat kooperatif terhadap aparat. Dia membeberkan bahwa Ratna tersandung Pasal 28 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) No. 11/2008.

"Terkena itu di Pasal 28 Ayat 2 UU ITE. Pasal 14 juga masuk," ujar Nasrudin di Polda Metro Jaya, Jumat (5/10/2018).

Nasrudin mengatakan pihaknya akan melakukan komunikasi untuk pembelaan terhadap Ratna Sarumpaet. "Kalau dilakukan penahanan, pasti kami dimohonkan itu (penangguhan),” ujar Nasrudin di Polda Metro Jaya, Kamis (5/10/2018).

Dia bahkan berpendapat sebenarnya sama sekali tidak ada persoalan menyebarkan hoax melanggar UU ITE. Terkait keberangkatan Ratna ke Chile, dia juga menampik dugaan Ratna hendak melarikan diri. Dia menegaskan bahwa keberangkatan Ratna ke Chile sudah direncanakan sejak lama.

“Itu nggak ada melarikan diri. Itu sudah jauh-jauh hari. Sudah ada visanya. Gimana mau melarikan diri, ini bukan antardaerah loh. Persiapan keberangkatan ke luar negeri itu sudah siap. Bagaimana mungkin hari ini tiba SPDP, hari ini langsung berangkat,” pungkasnya.

Ratna Sarumpaet telah dicegah ke luar negeri oleh Kantor Imigrasi sebelum ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (4/10/2018) malam. Ratna juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus rekayasa cerita penganiayaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan polisi telah menemukan sejumlah barang bukti dalam kasus kebohongan Ratna Sarumpaet. Polisi mendapatkan bukti bill debet saat pembayaran di RS Bina Estetika. Selain itu, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya dokter dan perawat yang terlibat dalam perawatan Ratna.

"Intinya untuk memastikan yang bersangkutan saat masuk RS dalam kondisi normal," kata Argo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis malam, yang disiarkan live oleh Kompas TV.

Dengan bukti itu, polisi menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka. Selanjutnya, polisi mengajukan permohonan pencegahan ke luar negeri Ratna Sarumpaet kepada Kantor Imigrasi.

"Sekitar pukul 20.00 WIB lebih, kita dapat informasi bahwa ada keberangakatan seorang Ibu Ratna Sarumpaet ke luar negeri. Kita sudah tetapkan sebagai tersangka, dan anggota langsung menuju ke bandara," kata Argo.