Sri Mulyani: Rupiah Tergerus Sepekan karena Ekonomi AS Menguat

Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan, menyaksikan CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson dan Dirut PT Inalum Budi Gunadi Sadikin, menandatangani Sales and Purchase Agreement, di Gedung ESDM, Jakarta, Kamis (27/9 - 2018). (Antara/Galih Pradipta)
05 Oktober 2018 15:33 WIB Rinaldi Mohammad Azka Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Pemerintah mengakui perekonomian Amerika Serikat (AS) yang menguat menjadi penyebab utama rupiah terus tergerus dalam sepekan terakhir. Sampai Jumat (5/10/2018) pukul 14.04 WIB nilai tukar rupiah di pasar spot melemah 0,05% ke level Rp15.187/US$.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perekonomian AS yang menguat memengaruhi likuiditas di negara-negara emerging. "Jadi menyikapi berkembangnya perekonomian terutama yang terjadi di Amerika Serikat sangat kuat yang kemudian menimbulkan sentimen terhadap US$ dan beberapa risiko yang berasal dari negara-negara berkembang," jelasnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Lebih lanjut, melihat dari sisi perekonomian Indonesia pihaknya bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, akan terus memperbaiki dan merespons dari kebijakan yang selama ini sudah ada.

"Di monitor dampaknya dan bagaimana kita untuk terus memperkuatnya," imbuh Sri Mulyani.

Pada perdagangan pagi, tekanan dolar AS terhadap nilai tukar rupiah berlanjut. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah 11 poin atau 0,07% di level Rp15.190 per dolar AS.

Pergerakan mata uang Garuda kemudian terpantau tambah tertekan 13 poin atau 0,09% ke level Rp15.192 per dolar AS pada pukul 08.11 WIB. Adapun pada perdagangan Kamis (4/10/2018), rupiah berakhir melorot 104 poin atau 0,69% di posisi Rp15.179 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS pagi ini terpantau lanjut menguat 0,03% atau 0,030 poin ke level 95,781 pada pukul 08.03 WIB. Sebelumnya, indeks dolar dibuka dengan kenaikan tipis 0,010 poin atau 0,01% di level 95,761, setelah pada perdagangan Kamis (4/10/2018) berakhir rupiah turun tipis 0,01% atau 0,011 poin di posisi 95,751.