Ratna Sarumpaet ke Chile Pakai Duit APBD, PDIP: Apa Manfaat Buat Jakarta?

Aktivis Ratna Sarumpaet (kanan) tiba di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (4/10/2010). Pelaku hoax itu ditangkap pihak kepolisian di Bandara Soekarno Hatta saat akan pergi ke luar negeri. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
05 Oktober 2018 15:20 WIB Feni Freycinetia Fitriani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- DPRD DKI Jakarta mengkritik keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memfasilitasi Ratna Sarumpaet untuk menghadiri acara Woman Playwrights Internastional Conference di Santiago, Chile. Perjalanan Ratna dibiayai dengan anggaran dari APBD DKI Jakarta.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menilai dana APBD DKI seharusnya diprioritaskan untuk membantu warga yang membutuhkan.

“Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah Ratna Sarumpaet itu mewakili Pemprov DKI Jakarta? Kalau memang iya, sangat aneh karena undangan itu ditujukan kepada pribadi Ratna,” katanya, Jumat (5/10/2018).

Menurutnya, tidak seharusnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terlibat memfasilitasi Ratna Sarumpaet untuk dibelikan tiket pesawat dan uang saku senilai Rp70 juta. Pasalnya kata dia, dana APBD DKI Jakarta tak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Politikus PDIP ini mengatakan Dinas Pariwisata semestinya terlibat dengan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan promosi wisata dan kerja sama budaya, serta kegiatan yang memang akan saling menguntungkan untuk kerja sama antarnegara. Selain itu, pembiayaan bisa untuk promosi guna mendatangkan wisatawan ke Jakarta.

“Kalau memberangkatkan Ratna sendiri apa manfaatnya buat DKI Jakarta? Anggota Komisi B DPRD DKI akan memanggil Dinas Pariwisata untuk menjelaskan terkait hal ini apa kaitan dan hubungannya untuk pariwisata dan kebudayaan," ucapnya.

Pelaksana Tugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro diberi disposisi dari Gubernur Anies Baswedan untuk memfasilitasi Ratna Sarumpaet menghadiri acara Woman Playwrights Internastional Conference di Santiago, Chile. Biaya tiket pulang pergi dan uang saku yang diberikan kepada Ratna mencapai Rp70 juta.

Dalam surat dengan perihal permohonan sponsor tersebut, Ratna Sarumpaet menjelaskan bahwa konferensi tersebut adalah kongres tiga tahunan yang digelar di berbagai negara. Ratna mengaku sebagai salah satu anggota senior di kongres tersebut.

Letter of Invitation tersebut dikirimkan ke Ratna tertanggal 17 Oktober 2017. Dalam suratnya panitia penyelenggara mengundang Ratna sebagai salah satu juru bicara dan ikut membagikan pengalamannya kepada para peserta. Serta mengikuti berbagai kegiatan lainnya.

Surat permohonan tersebut kemudian diterima oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 19 Februari 2018. Kemudian surat tersebut didisposisikan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Kemudian mendisposisikan surat tersebut ke Bidang Nilai Sejarah dan Budaya. Kemudian ditindaklanjuti dengan membuat nota dinas ke Biro Administrasi Sekretariat Daerah (ASD) dikarenakan biaya perjalanan dinas merupakan tupoksi Biro ASD.

Sumber : Bisnis/JIBI