Mayat Membusuk Jadi Kendala Evakuasi Korban Gempa Palu

Kerusakan akibat gempa 7,4 pada skala richter (SR) di kawasan Kampung Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10 - 2018). (Antara / Muhammad Adimaja)
05 Oktober 2018 13:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, PALU – Tim Basarnas masih berusaha mengevakuasi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Salah satu yang menjadi kendala adalah mayat yang mulai membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap.

Rescuer Basarnas RI Chandra, di Petobo, Jumat (5/10/2018), mengemukakan kendala tersebut ditemui saat pencarian korban di Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.

"Ada korban yang anggota tubuhnya utuh, namun ketika hendak di evakuasi, diangkat atau di tarik keluar dari lumpur dan puing bangunan, anggota tumbunya mudah terpisah atau terlepas dari badan," ucap Chandra.

Pencarian korban memasuki hari ke tujuh, kata dia, korban mulai membahayakan bagi Tim SAR. Karena korban sudah membusuk dan menyebarkan bakteri.

Sementara luas area pencarian yang baru dapat di jangkau oleh Tim SAR kurang lebih sekitar 30 persen, dari luas total area pencarian sekitar 2 km persegi.

Kelurahan Petobo menjadi wilayah terparah di hantam gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter disertai lumpur hitam pada Jumat 28 September 2018.

Lurah Kelurahan Petobo Masrun yang di hubungi Antara pada Kamis malam mengatakan Kelurahan Petobo dihuni sekitar 13.000 lebih jiwa yang terdata.

Saat ini, urai Masrun, yang diketahui kabarnya kurang lebih sekitar 3.000 jiwa. "Data ini akan terus bergerak bertambah, pendataan terus di lakukan," ujar Masrun. Sedangkan yang belum di ketahui kabarnya ribuan jiwa.

Masrun mengaku saat ini masyarakatnya mengalami trauma berat. Karena itu, tidak ada rencana dan langkah untuk mobilisir masyarakat melakukan pencarian korban secara massal.

Hanya ada beberapa warga yang turun dari lokasi pengungsian ke lokasi permukiman yang dihantam gempa dan longsor untuk melakukan pencarian keluarga mereka secara manual.

Sumber : Antara