Ratna Sarumpaet Tersangka & Dicekal Sebelum Ditangkap

Ratna Sarumpaet (kanan) di rumhanya, Bukit Duri, Jakarta, Rabu (3/10 - 2018), mengklarifikasi bahwa pemberitaan penganiyaan terhadap dirinya adalah bohong. (Antara / Galih Pradipta)
04 Oktober 2018 23:09 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ratna Sarumpaet ternyata telah dicegah ke luar negeri oleh Kantor Imigrasi sebelum akhirnya ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (4/10/2018) malam. Ratna juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus rekayasa cerita penganiayaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan polisi telah menemukan sejumlah barang bukti dalam kasus kebohongan Ratna Sarumpaet. Polisi mendapatkan bukti bill debet saat pembayaran di RS Bina Estetika. Selain itu, polisi telah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya dokter dan perawat yang terlibat dalam perawatan Ratna.

"Intinya untuk memastikan yang bersangkutan saat masuk RS dalam kondisi normal," kata Argo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis malam, yang disiarkan live oleh Kompas TV.

Dengan bukti itu, polisi menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka. Selanjutnya, polisi mengajukan permohonan pencegahan ke luar negeri Ratna Sarumpaet kepada Kantor Imigrasi.

"Sekitar pukul 20.00 WIB lebih, kita dapat informasi bahwa ada keberangakatan seorang Ibu Ratna Sarumpaet ke luar negeri. Kita sudah tetapkan sebagai tersangka, dan anggota langsung menuju ke bandara," kata Argo.

Polda Metro pun langsung mengirimkan tim menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk mencegah Ratna ke luar negeri. Menurut Argo, Ratna hendak pergi menuju Chile dengan penerbangan yang transit di Turki.

"Sekarang kita bawa ke Polda Metro, nanti kita dalami, nanti kita periksa dulu. Prosesnya belum, kita tungu nanti kita kenakan pasal 14 uu no 1 1996 dan pasal 28 jo pasal 45 UU ITE dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun," kata dia.