Dua Hari Tertimbun, Afrida Diamputasi di Reruntuhan Gempa Palu

Petugas Basarnas membawa korban selamat gempa dan tsunami yang terjebak di dalam restoran Dunia Baru, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). - ANTARA/Muhammad Adimaja
04 Oktober 2018 23:15 WIB Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh Nasional Share :

Bisnis.com, JAKARTA - Afrida, 17 tahun, korban gempa di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, tertimbun reruntuhan bangunan Rumah Makan Dunia Baru selama dua hari. Afrida ditemukan oleh tenaga kesehatan dan tim Basarnas pada Senin (1/10/2018).

Cerita penyelamatan Afrida bermula saat tim kesehatan diinformasikan oleh tim Basarnas bahwa ada korban tertimpa reruntuhan.

Tim kesehatan yang saat itu terdiri atas tim 119 di mana di dalamnya ada seorang dokter spesialis orthopaedi, 2 orang dokter anestesi, dan Basarnas langsung mengevakuasi Afrida dari tempatnya di mana dia tertimpa reruntuhan.

Ida berhasil diselamatkan. Lalu langsung dibaringkan di dekat reruntuhan, penanganan Ida pun langsung diambil alih oleh dokter dan sejumlah perawat gabungan untuk dilakukan tindakan operasi.

Dokter Spesialis Anestesi, Pandi menuturkan saat itu mereka bersama tim 119 gabungan berkoordinasi dengan dokter spesialis orthopaedi dan Persatuan Dokter Anestesi dan Terapi Intensif (Perdatin) Sulawesi Selatan juga Sulawesi Barat terkait bagaimana melakukan pembiusan dan amputasi di bawah reruntuhan.

“Akhirnya diputuskan melakukan amputasi dan langsung segera dibawa ke RS Undata utuk operasi lebih lanjut,” jelas dr. Pandi dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis beberapa waktu lalu dari Kementerian Kesehatan.

Pandi mengakui bahwa dia menilai tindakan operasi terhadap Ida sangatlah berisiko namun demi menyelamatkannya tindakan itu harus dilakukan meski sebatas amputasi lalu evakuasi langsung dibawa ke rumah sakit.

“Berkat doa bersama dan kordinasi skenario yang harus dilakukan, Alhamdulillah korban bisa di evakuasi. Tadi pagi [1/10/2018] sebelum kami turun menyisir desa-desa, kami sempat mampir dan melihat pasien [Ida] sudah sadar penuh dan dalam perawatan,” tutur dr. Pandi.

Sumber : Bisnis Indonesia