Permintaan Izrael kepada Presiden Jokowi Mengharukan

Presiden Jokowi dan Izrael (Youtube)
04 Oktober 2018 19:40 WIB Chelin Indra Sushmita Nasional Share :

Solopos.com, PALU Bocah korban gempa Palu, Sulawesi Tengah, bernama Izrael mendadak menjadi pusat perhatian warganet. Bocah berusia enam tahun itu sempat mengutarakan keinginannya ikut bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang berkunjung ke pengungsian, Rabu (3/10/2018).

Dalam video viral di media sosial, Izrael yang mengenakan kaus garis-garis putih biru tampak mengikuti Presiden Jokowi sampai ke mobil. Presiden Jokowi memberikan beberapa makanan ringan kepada Izrael yang mengikutinya. Izrael bahkan sempat bertanya apakah dirinya boleh ikut dengan Presiden Jokowi atau tidak.

"Jadi saya boleh ikut atau tidak?" tanya Izrael dalam video tayangan Breaking News Kompas TV. "Enggak bisa. Nunggu di rumah ya. Besok kan sekolah," jawab Presiden Jokowi. "Tidak bisa. Sekolah kan rusak," sambung Izrael setengah merengek. "Ya besok diperbaiki," sambung Presiden Jokowi.

Jawaban Presiden Jokowi tidak membuat Izrael sedih. Bocah yang memiliki bekas luka di bagian dagu itu tampak sangat tegar. Dia tidak menangis meski ibunya meninggal dan ayahnya dirawat di rumah sakit akibat gempa bermagnitudo 7,4 Skala Richter yang meluluhlantakkan Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).

"Mamaku sudah meninggal. Saya tidak boleh menangis. Saya harus berani. Mamaku sudah di atas. Kalau saya menangis, mamaku menangis juga," kata Izrael dalam video viral lain di media sosial.

Ketabahan Izrael menghadapi musibah gempa bumi dan tsunami itu membuat warganet terharu. Sejumlah netizen mengaku berlinang air mata mendengar jawaban polos bocah yang sangat tegar tersebut.

"Pas Pak Jokowi kasih kue saya sudah menangis. Pas anaknya ngomong sekolahnya rusak dan Pak Jokowi bilang nanti akan diperbaiki sambil ngelus2 punggung si anak, di situ saya semakin mewek," komentar @sachinian09.

"Anaknya seumur anakku. Yang tabah ya nak. Semoga semua kembali normal dan bisa segera sekolah ketemu teman-teman," imbuh @AmandaTasya.

Seperti diketahui, gempa dan tsunami membuat Palu, Sulawesi Tengah, menjadi seperti kota mati. Ratusan bangunan runtuh, rata dengan tanah. Sementara korban jiwa terus bertambah.