Sejak Awal JK Sudah Menduga Ratna Sarumpaet Bohong

Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) dan Seskab Pramono Anung bersiap memimpin rapat terbatas mengenai rencana kunjungan kerja ke Vietnam dan Korea Selatan, di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/9/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari
04 Oktober 2018 17:20 WIB Lingga Sukatma Wiangga Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ikut mengomentari kebohongan kabar penganiayaan yang menimpa Ratna Sarumpaet. JK mengatakan dirinya sejak awal sudah menduga kabar tersebut tidak benar. Pasalnya, Ratna Sarumpaet terkenal sebagai orang yang vokal.

Menurut JK, tidak mungkin Ratna Sarumpaet dianiaya namun yang bersangkutan akan diam saja. Ratna Sarumpaet dikenal sebagai aktivis pembela HAM.

“Sejak awal saya sudah duga karena tidak mungkin seorang Sarumpaet dianiaya tanpa berteriak. Keadaan aman saja ‘berteriak’, apa lagi kalau keadaan susah. Tidak mungkin tidak didengar orang,” kata JK di Istana Wakil Presiden, Kamis (4/10/2018).

Seperti diketahui, Ratna Sarumpaet sebelumnya mengaku dianiaya sejumlah orang tak dikenal di lingkungan Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

Namun pihak jepolisian merilis kejanggalan pengakuan Ratna tersebut. Salah satunya pada hari di mana Ratna mengakui dianiaya, terlacak nomor telepon seluler yang bersangkutan digunakan di Jakarta.

Akhirnya Ratna yang merupakan juru kampanye Badan Pemenangan Nasional pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengakui telah merekayasa kabar penganiayaan tersebut.

Ditanyai apakah kasus tersebut akan menaikan elektabilitas calon petahana Joko Widodo-Maruf Amin, JK menyebut hal itu merupakan urusan lain. “Itu nantilah, itu urusan politik,” ucapnya.

Sumber : Bisnis/JIBI