Kaki Terlihat di Reruntuhan Petobo Palu, Tim SAR Temukan 6 Jenazah Tertimbun

Kerusakan akibat gempa 7,4 pada skala richter (SR) di kawasan Kampung Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10 - 2018). (Antara / Muhammad Adimaja)
04 Oktober 2018 15:45 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, PALU -- Sebanyak enam jenazah korban gempa 7,4 pada skala Richter di Kota Palu kembali dievakuasi tim gabungan pencari dan penolong di Petobo. Kelurahan ini merupakan salah satu titik kerusakan terparah di kota itu.

Dalam pencarian yang dilakukan sejak pagi hingga pukul 11.30 Wita, tim kembali menemukan enam jenazah terdiri dari lima laki-laki dan satu perempuan. Dari enam korban tersebut, terdapat dua anak laki-laki yang tidak diketahui identitasnya.

"Pertama kali kita lihat kaki. Setelah kita gali dan gali terus ternyata di titik itu banyak mayat," kata Irwan Aziz, relawan dari Banser Ansor Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Tim relawan Banser Ansor dari Sulawesi Selatan menurunkan 25 personelnya. Sebelumnya, Banser Ansor Pasangkayu, Sulawesi Barat, juga menurunkan 17 personel. Untuk evakuasi Rabu ini, jumlah anggota tim evakuator bertambah dari jumlah sehari sebelumnya yakni 98 personel terdiri dari Basarnas dan tim relawan dari berbagai organisasi.

Evakuasi dibantu dengan enam eksavator dan dua ambulans. Sejumlah organisasi juga ikut membawa ambulance seperti Rumah Zakat. Proses evakuasi hari ketiga ini tim telah menemukan total 32 jenazah. Jumlah tersebut tidak termasuk jenazah yang dievakuasi oleh keluarga korban.

Jambar Wardana, salah seorang warga Petobo, mengatakan dirinya menyelamatkan jenazah anaknya pada Sabtu (29/9/2018) pagi tanpa menunggu tim evakuasi. Anak Jambar Wardana yang tinggal di Jalan Soeharto tersebut dievakuasi di lantai dua dari tiga lantai rumah milik Jambar.

Bangunan rumah toko miliknya itu saat gempa bergeser jauh dari posisi sebelumnya dan tertimbun hingga menutup lantai dua rumah miliknya.

Sumber : Antara