Kelaparan, Rakyat Yaman Makan Tanaman Liar

Rakyat Yaman menunggu bantuan pemerintah (Reuters/Khaled Abdullah)
03 Oktober 2018 21:05 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, SANA’A – Bencana kelaparan yang terjadi di Yaman semakin parah. Sejumlah warga Yaman kehabisan stok makanan sehingga terpaksa memasak tanaman liar yang tumbuh di lingkungan sekitar. Kondisi itu menjadi pertanda betapa kurangnya bantuan internasional dalam mengatasi bencana kelaparan di Yaman.

Kehidupan rakyat di Yaman semakin parah dengan persebaran wabah kolera yang terus meningkat. Lembaga swadaya masyarakat, Save the Children, melaporkan kasus kolera di Yaman melonjak setelah saluran air di Hudaida dibom.

Dilansir Sky News, Selasa (2/10/2018), data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mencatat sekitar 30 persen penderita kolera di Yaman adalah anak balita. Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) juga melaporkan hampir 10.000 anak di Hudaida, Yaman, kekurangan gizi.

Menurut PBB, sekitar 2,9 juta wanita dan anak-anak Yaman menderita kurang gizi. Lebih dari 400.000 anak mengalami kelaparan. Sekitar 8,4 juta penduduk Yaman bakal kelaparan jika tidak menerima bantuan internasional.

Angka tersebut masih bisa bertambah mengingat mata uang Yaman anjlok sehingga rakyat tidak mampu membeli makanan.

Melihat kesulitan rakyat Yaman, Arab Saudi memberikan bantuan dana sekitar US$200 juta atau setara Rp3 triliun. Sumbangan itu diberikan untuk meningkatkan nilai mata uang lokal di negara krisis tersebut.

Konflik berkepanjangan di Yaman yang merupakan negara termiskin di jazirah Arab menyengsarakan kehidupan rakyat. Krisis tersebut perlahan menciptakan kehancuran yang sangat luar biasa.

Krisis di Yaman terjadi akibat peperangan antara Arab Saudi dan sekutunya melawan pemberontakan Houthi selama hampir empat tahun. Kelompok pemberontak tersebut menguasai sebagian wilayah Yaman Utara termasuk Ibu Kota Yaman, Sana'a.