Prabowo Minta Maaf, Ratna Sarumpaet Mundur dari Timses

Bakal calon presiden dan wakil presiden Pilpres 2019 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kedua kanan) melambaikan tangan usai pemeriksaan awal tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin (13/8 - 2018). (Antara/Sigid Kurniawan)
03 Oktober 2018 21:40 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, akhirnya angkat bicara setelah Ratna Sarumpaet mengakui telah membuat cerita bohong tentang penganiayaan di Bandung. Ratna pun kini telah mengundurkan diri dari keanggotaan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno setelah mengakui kebohongannya.

Hal itu dikatakan Prabowo dalam konferensi pers di rumahnya di Jakarta, Rabu (3/10/2018) malam. Menurutnya, Selasa (2/10/2018) lalu, Ratna mengaku bahwa dianiaya dan Prabowo mempercayainya.

"Kami lihat sendiri, selain itu ada beberapa foto bengkak dan sebagainya. Akibat itu, kami merasa sangat terusik, khawatir. Dan ternyata sesudah itu, mungkin ada cerita-cerita lain, hari ini Ibu Ratna Sarumpaet menelepon tim kami, minta maaf, dan menulis surat pada saya, mengaku beliau berbohong. Dia juga sudah jumpa pers di rumah beliau," kata Prabowo yang ditayangkan live oleh Kompas TV.

Bahkan karena telanjur percaya cerita Ratna, Prabowo bahkan sempat mengatakan ingin menemui Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mempertanyakan kasus itu. "Saya di sini atas nama pribadi dan pimpinan tim kami ini, saya terburu-buru percaya pada sesuatu yang belum saya yakini. Tapi kami ingin bertemu Kapolri untuk klarifikasi. Alhamdulilllah tidak terjadi," katanya.

Dia mengaku telanjur percaya karena ada kejadian-kejadian sebelumnya yang terkait Ratna Sarumpaet dan Neno Warisman di berbagai tempat. Karena Ratna sudah mengakui ceritanya bohong, Prabowo pun memintanya untuk mundur dari timnya. Ratna pun, kata dia, sudah mengirimkan surat pengunduran diri.

"Saya ingin tegaskan. Pertama, saya meminta Ibu Ratna mundur dari badan pemenangan, beliau juga sudah siap, ada suratnya. Kedua, kami mempersilakan kalau ada proses hukum, beliau harus bertanggungjawab. Beliau mengundurkan diri, kami juga tidak bisa menolelir berita bohong. Kami juga tegas tim kami bahkan minta aparat untuk melakukan tindakan sesuaih hukum."