Cerita Penganiayaan Game Over, Ratna Sarumpaet Minta Maaf ke Prabowo

Ratna Sarumpaet lebam. (Twitter ayuning_2)
03 Oktober 2018 16:55 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Berakhir sudah isu penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet hingga wajahnya babak belur. Ratna sendiri mengaku bahwa awalnya cerita itu dibuatnya hanya untuk menutupi rasa malu kepada keluarganya karena telah menjalani operasi plastik di pipi. Namun, belakangan cerita itu malah viral dan membuat Prabowo Subianto ikut turun tangan.

Aktivis #2019gantipresiden ini pun mengaku bersalah dan meminta maaf kepada Prabowo dan Amien Rais. Kedua orang tersebut menemui Ratna pada Selasa (2/10/2018) lalu untuk menanyakan kabar penganiayaan yang ternyata hanya cerita bohong.

"Saya hanya manusia biasa, perempuan biasa. Saya dengan sangat memohon maaf kepada Pak Prabowo, terutama Pak Prabowo yang kemarin membela saya, membela kebohongan yang saya buat. Tapi saya berjanji akan memperbaikinya," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Ratna Sarumpaet juga meminta maaf kepada Amien Rais yang bersama Prabowo menemuinya Selasa lalu. Bahkan gara-gara cerita bohong tentang penganiayaan itu, Prabowo sempat ingin menemui Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar menemukan pelakunya. Padahal, Polda Jabar sendiri tidak menemukan jejak penganiayaan terhadap Ratna, bahkan tak mendapati namanya dalam daftar penumpang Bandara Husein Sastranegara atau rumah sakit se-Jawa Barat.

"Saya mohon maaf pada Bapak Amien Rais, yang dengan sabar mendengarkan saya. Saya minta maaf kepada teman-teman seperjuangan di koalisi. Saya meminta maaf kepada kalian. Demi Allah saya tidak berniat apa-apa," katanya.

Dia juga meminta maaf kepada rekan-rekannya yang sama-sama berada di kubu oposisi dan pendukung Prabowo-Sandiaga. "Saya minta maaf kepada emak-emak yang selalu menyebut saya dalam perjuangannya. Tapi begitulah. Aku juga minta maaf kepada semua pihak yang terkena dampak dari yang saya lakukan."

Dengan pengakuan itu, Ratna Sarumpaet meminta agar polemik tentang cerita bohong penganiayaan itu dihentikan. Menurutnya, Indonesia sedang dalam kondisi yang tidak baik sehingga apa yang dia lakukan tidak penting dibicarakan.

"Saya minta maaf pada semua pihak yang selama ini secara keras saya kritik, dan apa yang saya lakukan tidak penting, mari kita hentikan," katanya.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet yang merupakan anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga itu, mengaku dianiaya orang tidak dikenal. Dia melaporkan kejadian tersebut secara lengkap ke Prabowo didampingi Amien Rais dan Fadli Zon.

Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang, yang turut mendengarkan menceritakan bahwa Ratna dihajar tiga orang pada 21 September di sekitar Bandara Husein Saatranegara, Bandung. Malam itu seusai acara konferensi dengan peserta beberapa negara asing di sebuah hotel, Ratna naik taksi dengan peserta dari Sri Lanka dan Malaysia.

“Mbak Ratna sebetulnya agak curiga saat tiba-tiba taksi dihentikan agak jauh dari keramaian. Nah, saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap, dan dihajar habis oleh tiga orang, dan diinjak perutnya,” katanya, Selasa (2/10/2018).

Setelah dipukuli, Ratna dilempar ke pinggir jalan aspal sehingga bagian samping kepalanya robek. Menurut pengakuan Ratna, kejadiannya sangat cepat sehingga sulit mengingat bagaimana urutan kejadiannya.

“Mbak Ratna masih sedikit sadar saat dia kemudian dibopong sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi. Oleh sopir taksi, Mbak Ratna diturunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi,” tambah Nanik.