Anak Gunung Krakatau Meletus, Dentuman Getarkan Bangunan di Radius 42 KM

Gunung Anak Krakatau (Istimewa / BNPB)
03 Oktober 2018 16:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, sepanjang Selasa (2/10/2018) hingga Rabu (3/10/2018) dini hari, menunjukkan aktivitas kegempaan letusan sebanyak 156 kali. Selain itu, muncul sinar api, terdengar suara dentuman, dan status waspada agar masyarakat menjauhi radius 2 km dari kawah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meneruskan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau oleh Deny Mardiono AMd, petugas Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau. Dalam rilis Rabu pagi, BMKG menyebutkan pada Selasa pukul 00.00 WIB sampai 24.00 WIB, kondisi gunung berkabut sehingga asap kawah tidak teramati.

Namun pengamatan visual melalui CCTV memperlihatkan sinar api dan ada suara dentuman. Getaran terasa dari lemah hingga kuat di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau. Pada malam hari, sinar api dan lontaran pijar terlihat muncul ke segala arah.

"Visual pada malam hari dari CCTV, teramati sinar api dan lontaran pijar ke segala arah. Ombak laut tenang," kata Deny Mardiono, melalui pesan singkat yang diterima Suara.com, Rabu (03/10/2018).

Gunung dengan ketinggian 338 meter diatas permukaan laut (mdpl) tersebut mampu mengeluarkan suara letusan yang terdengar hingga radius 42 kilometer. "Jarak kita [pos pantau] dengan gunung 42 kilometer, suara dentuman dan getaran kaca dirasakan lemah hingga kuat di sini," kata dia.

Jarak satu letusan dengan letusan lainnya di berdurasi antara 29 detik hingga 305 detik dengan kekuatan amplitudo 30 hingga 51 milimeter. Gempa tremornya berjumlah tiga kali dengan amplitudo 10 sampai 15 mm dengan durasi 24 sampai 27 detik. Meski begitu, statusnya tetap berada di level II atau waspada.

"Rekomendasi PVMBG, masyarakat tidak boleh mendekati GAK (Gunung Anak Krakatau) dalam radius 2 kilometer dari kawah. Masyarakat di wilayah Pantai Banten dan Lampung harap tenang. Jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi GAK yang akan menyebabkan tsunami," jelasnya.

Sumber : Antara, Suara.com