Jangan Takut Pada Guru BK, Begini Tugas Sebenarnya

ilustrasi guru mengajar. (Solopos/Dok)
03 Oktober 2018 15:59 WIB Ayu Prawitasari Nasional Share :

Solopos.com, SOLO — Anggapan guru bimbingan konseling (BK) sebagai pihak yang berkewajiban menghukum siswa bermasalah sehingga terkesan menakutkan kini tidak berlaku lagi. Tugas guru BK adalah memberikan wawasan tentang perguruan tinggi serta menjembatani orang tua dengan siswa.

“Mulai kelas X, kami bukakan kepada siswa wawasan tentang perguruan tinggi yang dinamakan bimbingan karier. Kemudian saat kelas XII akan diberikan psikotes untuk penguatan potensi sampai mendaftar SNMPTN [seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri] di Januari,” kata Koordinator Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Solo Harminingsih saat ditemui reporter Solopos.com, Andri Kusuma Wardaningtyas, Rabu (3/10), bertepatan dengan acara Solo Education Expo 2018.

Guru BK juga menjembatani orang tua yang kontra dengan potensi siswa melalui pendampingan kepada siswa. Ada pertemuan rutin yang sifatnya klasikal dan individual.

Pertemuan klasikal adalah pengarahan cara belajar dan potensi diri secara bersamaan seperti kelas umum. Kegiatan itu bisa dilakukan di aula untuk satu angkatan maupun di kelas selama dua jam pelajaran.

“Ada pula bimbingan individual, ada yang datang pribadi dengan tujuan ingin berkonsultasi, ada juga yang memang harus dipanggil karena ada perkembangan yang tidak baik. Biasanya dipertemukan dengan orang tua,” tambah Harmi.

Guru BK SMAN 1 Solo, Sugeng, mengatakan yang terjadi biasanya orang tua terlalu nyetir kemauan anak. Sekolah kemudian melakukan home visit untuk mempertemukan tujuan. “peran BK sejauh itu jika memang diperlukan” jelas Sugeng.

Saat ini Solo mengalami kekurangan guru BK. Jumlah guru BK hanya 70 orang. “Sudah kami sampaikan ke Disdik Jawa Tengah, tambah Harmi.