Ratna Sarumpaet Dikeroyok 21 September, Akun @ratnaspaet Masih Aktif Berkicau

Akun ratnaspaet (Twitter)
03 Oktober 2018 00:12 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Ratna Sarumpaet dikabarkan mengalami penganiayaan oleh 2-3 laki-laki tak dikenal pada Jumat (21/9/2018). Sejak saat itu, dia dikabarkan mengalami trauma sehingga tak melapor ke polisi. Meski demikian, sebuah akun Twitter yang mengatasnamakan Ratna Sarumpaet, yaitu @ratnaspaet, masih aktif hingga 30 September 2018.

Pada 22 September 2018, atau sehari setelah penganiayaan terjadi, akun @ratnaspaet berkicau mendukung seorang calon anggota legislatif dengan akun @ekagumilars. "Warga Bogor, dukung ya. Dia orang hebat n bersih," kicaunya.

Berikutnya, akun @ratnaspaet kembali berkicau, kali ini tentang wawancara Ratna Sarumpaet tentang isu uang Rp23 triliun para raja yang ditransfer untuk bantuan ke Papua. Dia juga menyertakan sebuah link wawancara dengan Detik soal isu tersebut.

"Wawancara Lengkap dengan Ratna Sarumpaet soal Isu Duit Para Raja yang ditransfer untuk bantuan swadaya ke Papua se besar Rp 23 T http://detik.id/Vb74m2  cc: semua pihak yg teus mem Bully saya. Yang ragu, dll," kicau akun itu.

Link berita yang dimaksud memuat hasil wawancara dengan Ratna Sarumpaet untuk mengonfirmasi tudingannya tentang uang para raja itu. Hal ini terkait bantahan yang disampaikan Kementerian Keuangan terhadap isu itu. Berdasarkan pemberitaan Detik.com berjudul Wawancara Lengkap dengan Ratna Sarumpaet soal Isu Duit Raja Rp 23 T, wawancara via telepon tersebut dilakukan pada Jumat (21/9/2018). Sedangkan berita itu terbit pada Sabtu (22/9/2018).

Selanjutnya, akun @ratnaspaet tersebut terus berkicau hingga 30 September 2018. Bahkan pada 29 September, akun ini mengunggah sebuah foto anak. "Rindu tak tertahankan tak kuat Salma hilang 3 bulan menemani ibunya shooting film di Malaysia, tadi malam dia pulang. wellcome back sweet-heatt, Allah SWT bless you," kicau @ratnaspaet saat itu.

Kicauan terakhir akun ini muncul pada 30 September 2018. Saat itu, akun ini repost unggahan akun @vivacoid tentang film G30S/PKI live streaming. "Tayangan film G30S PKI di blok," kicau @ratnaspaet.

Tak ada penjelasan resmi bahwa akun ini adalah akun resmi/terkait Ratna Sarumpaet atau bukan. Di profil akun itu tertulis "Human Rights Activist, Playwright, Stage & Film Director - I positioned my self against any power who destroy humanity, nature, freedom". Ada pula laman web yang terhubung dengan akun ini, yaitu ratnasarumpaet.id.

Jika ditelusuri melalui situs inteltechniques.com dan socialbearing.com, akun ini dibuat pada 26 Juni 2011. Total kicauannya hingga Senin (1/10/2018) mencapai 25.105 atau rata-rata 9,46 kicauan perhari. Akun ini memiliki pengikut sebanyak 244.945 akun dan mengikuti 21.000 akun.

Akun ini juga diikuti oleh sejumlah akun tokoh nasional. Di antaranya pengikut (follower) akun ini adalah akun @fadlizon, @Yusrilihza_Mhd, dan @mohmahfudmd. Akun ini juga sempat disebut dalam kicauan @fadlizon pada Selasa (2/10/2018).

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang, mengatakan bahwa saat ini kondisi Ratna Sarumpaet mulai membaik. Nanik menceritakan bahwa Ratna dihajar tiga orang pada 21 September di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

Malam itu seusai acara konferensi dengan peserta beberapa negara asing di sebuah hotel, Ratna naik taksi dengan peserta dari Sri Lanka dan Malaysia. “Mbak Ratna sebetulnya agak curiga saat tiba-tiba taksi dihentikan agak jauh dari keramaian. Nah, saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap, dan dihajar habis oleh tiga orang, dan diinjak perutnya,” katanya, Selasa (2/10/2018).

Setelah dipukuli, Ratna dilempar ke pinggir jalan aspal sehingga bagian samping kepalanya robek. Menurut pengakuan Ratna, kejadiannya sangat cepat sehingga sulit mengingat bagaimana urutan kejadiannya.

“Mbak Ratna masih sedikit sadar saat dia kemudian dibopong sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi. Oleh sopir taksi, Mbak Ratna diturunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi,” tambah Nanik.

Dengan sisa-sisa tenaga, Ratna Sarumpaet mencari kendaraan menuju rumah sakit di Cimahi serta menelepon temannya seorang dokter bedah dan langsung ditangani.

“Mbak Ratna malam itu juga langsung balik ke Jakarta, dan dalam situasi trauma habis dia harus berdiam diri selama 10 hari. Barulah hari Minggu lalu dia memanggil Fadli Zon ke rumahnya, dan baru semalam Fadli Zon melaporkan ke Pak Prabowo, dan hari ini di suatu tempat menemui Pak Prabowo,” ucap Nanik.